Sidang Kasus Penganiayaan dan Asusila, Sertu Sahala Samosir Divonis Delapan Bulan Penjara

masih dibutuhkan pada kesatuan dan memiliki loyalitas yang sangat baik.

Sidang Kasus Penganiayaan dan Asusila, Sertu Sahala Samosir Divonis Delapan Bulan Penjara
TRIBUN MEDAN/ALIJA MAGRIBI
Pengadilan Militer putus bersalah terdakwa penganiayan dan asusila dengan pidana penjara 8 bulan tanpa pemecatan terhadap oknum TNI AD, Selasa (9/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Alija Magribi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Surat rekomendasi dari bidang Administrasi Komando Derah Militer I/BB turun sesaat sidang putusan oknum TNI pelaku penganiaya dan asusila kekasihnya di Pengadilan Negeri Militer 1-02 Medan, Selasa (9/10/2018) siang.

Pada sidang beragenda putusan tersebut, penasihat hukum terdakwa Sertu Sahala Sitorus yakni Sertu Ahmad Zaini menyampaikan surat rekomendasi kepada Majelis Hakim Pengadilan Militer yang dipimpin Letkol Khairul Rizal.

"Ini pak hakim, kami mau menyertakan surat rekomendasi dari Pangdam," sebut Sertu Ahmad Zaini.

"Baik sidang kita tunda dalam 30 menit ke depan untuk memberikan waktu majelis hakim bermusyawarah," kata Hakim ketua Letkol Khairul Rizal.

Adapun isi rekomendasi yang ditandatangani Asisten Personel Kolonel Edi Saputra yang mengatasnamakan Pangdam mengenai hal permohonan keringanan hukuman terhadap anggotanya Sertu Sahala Samosir.

Dalam surat tersebut dikatakan bahwa terdakwa masih dapat dibina, masih dibutuhkan pada kesatuan dan memiliki loyalitas yang sangat baik.

Setelah hakim menunda sidang dan menerima surat rekomendasi pangdam tersebut, sidang kasus penganiayaan dan asusila terdakwa Sertu Sahala Samosir kembali dilangsungkan.

Saat sidang kembali dilangsungkan, Majelis Hakim memutuskan terdakwa Sertu Sahala Samosir terbukti bersalah melakukan tindak pidana penganiayaan dan asusila terhadap saksi korban berinisial K. Namun demikian Majelis tidak sepenuhnya sependapat dengan tuntutan Oditur I-02 Letkol Saifuddin Rambe.

"Terdakwa Sertu Sahala Samosir terbukti bersalah melakukan tindak pidana penganiayaan dan asusila. Namun demikian hakim tidak sepenuhnya sependapat dengan tuntutan Oditur yang meminta majelis hakim menghukum pidana 12 bulan penjara dan hukuman tambahan pemecatan," sebut hakim Letkol Khairul Rizal.

Halaman
12
Penulis: Alija Magribi
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help