Dua Mahasiswa Pengedar Sabusabu Dituntut 11 Tahun Penjara, Segini Barang Buktinya

penyebab keduanya terancam dipenjara tersebut lantaran mengedarkan sabusabu seberat 300 gram.

Dua Mahasiswa Pengedar Sabusabu Dituntut 11 Tahun Penjara, Segini Barang Buktinya
TRIBUN MEDAN/ALIJA MAGRIBI
Rony dan Hijau dituntut 11 tahun oleh JPU di Pengadilan Negeri Medan, Rabu (10/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Alija Magribi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Dua pemuda asal Pematangsiantar Siantar yang melangsungkan pendidikan tinggi di Medan ini harus siap dihadapkan dengan jeruji besi lembaga pemasyarakatan.

Adapun penyebab keduanya terancam dipenjara tersebut lantaran mengedarkan sabusabu seberat 300 gram.

Roni Martin dan Hijau Erlyandi namanya. Dua pemuda ini nekat nyambi sebagai pengedar narkoba di tengah aktivitasnya sebagai mahasiswa, sehingga ditangkap Satres Narkoba Polrestabes Medan pada 21 Februari 2018 di kediaman mereka di Jalan Harmonika Pasar II Kelurahan Selayang Kecamatan Medan Selayang atau tepatnya di depan Perumahan Astoria.

Jalannya sidang, Hakim Sariyana yang memimpin majelis persidangan mempersilakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sabrina membacakan nota tuntutan terhadap kedua terdakwa di Ruang Cakra 8 Pengadilan Negeri Medan, Rabu (10/10/2018).

"Kedua terdakwa terbukti melanggar Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Memohon majelis hakim memutus keduanya dengan pidana penjara selama 11 tahun, dengan denda sebesar 1 Milyar, Subsider 6 bulan kurungan," sebut wanita berambut pendek tersebut.

Menanggapi putusan tersebut, Hakim Sariyana pun kemudian menanyakan tanggapan terhadap kedua terdakwa. Hakim memberikan kesempatan untuk kedua terdakwa untuk memberikan pembelaan baik secara lisan maupun tulisan dan sendiri atau diwakili pengacara.

"Bagaimana terdakwa, mendengar tuntutan tadi mau buat pembelaan sendiri atau pengacara. Silahkan ya mau ditulis atau diungkapkan saja," ujar Hakim Sariyana.

Mendengar tuntutan JPU dan arahan dari Majelis Hakim, kedua terdakwa yang terduduk kaku mengatakan akan menyusun pembelaan dengan masukan dari pengacara.

"Baik ya, sidang kita tunda Minggu depan untuk mendengarkan pembelaaan terdakwa," ujar Sariyana menutup sidang tindak pidana narkotika tersebut.

Diketahui dalam keterangan mereka di persidangan sebelumnya, kedua terdakwa mengaku melakukan perdagangan narkotika tersebut untuk membayar kuliah selama ini. Keduanya mengaku kuliah sebagai mahasiswa Fakultas Pertanian di salah satu universitas di Kota Medan.

(cr15/tribun-medan.com)

Penulis: Alija Magribi
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help