Hakim Tolak Tentara Jadi Kuasa Hukum Dokter Gigi Yang Jadi Terdakwa Penganiayaan

Tiga orang tentara yang berdinas di Kodam I/BB mendadak hadir saat sidang dakwaan kasus penganiayaan yang melibatkan dokter gigi Herawati Sinaga

Hakim Tolak Tentara Jadi Kuasa Hukum Dokter Gigi Yang Jadi Terdakwa Penganiayaan
Hakim tolak kehadiran prajurit Kodam I/Bukit Barisan yang ingin mendampingi terdakwa penganiayaan di PN Siantar

SIANTAR,TRIBUN-Tiga orang tentara yang berdinas di Kodam I/Bukit Barisan mendadak hadir saat sidang dakwaan kasus penganiayaan yang melibatkan dokter gigi Herawati Sinaga.

Belakangan diketahui, ketiga tentara itu hendak mendampingi terdakwa, karena ia merupakan istri prajurit Kodam I/BB, Letkol Nelson Situmeang.

Saat sidang dibuka, hakim pun menskors sidang hingga dua kali untuk mendiskusikan boleh tidaknya tentara mendampingi terdakwa Herawati.

"Melihat pertimbangan bantuan hukum dari Kodam I/Bukit Barisan mendampingi terdakwa, maka majelis hakim menilai dan mengambil sikap,

tidak memberikan izin bantuan hukum kepada terdakwa untuk menguggunakan kuasa hukum dari Kodam," kata hakim Fitri Dewi Nasution di ruang Cakra III Pengadilan Negeri (PN) Siantar, Selasa (9/10) siang.

Menurut hakim, penolakan keberadaan tentara berseragam itu berdasarkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 Tentang Advokat.

Baca: Anggota Kodam I/Bukit Barisan Tertangkap Antar Ribuan Pil Ekstasi ke Banten

Hakim menilai, ketiga tentara yakni Mayor M Bilal, Kapten PF Simamora dan Lettu Alep Priyambodo tidak tepat mendampingi terdakwa pada peradilan umum.

Sehingga, hakim tidak bisa menerima keberadaan anggota TNI dimaksud.

Setelah mendapatkan penolakan, ketiga tentara yang tadinya hendak mendampingi Herawati saling tatap.

Suami Herawati yang kebetulan hadir juga tampak serius mendengarkan keputusan hakim.

Halaman
123
Editor: Array A Argus
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help