Harga Bawang Turun Jadi Rp 900 Per Kilogram, Ratusan Petani Bawang Unjuk Rasa

Ratusan petani berunjuk rasa ke pemerintah karena harga bawah semakin murah hingg Rp 900 per kg.

Harga Bawang Turun Jadi Rp 900 Per Kilogram, Ratusan Petani Bawang Unjuk Rasa
Tribun Medan/Ryan Achdiral Juskal
Bawang merah lokal (kiri) dan bawang merah impor (kanan) dijajakan pedagang di Pasar Sukaramai Medan, Senin (25/4/2016). 

TRIBUN-MEDAN.COM - Ratusan petani di Desa Ngali, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), berunjuk rasa dengan cara memblokade jalan, Rabu (10/10/2018).

Mereka menuntut pemerintah untuk mengatasi murahnya harga bawang merah secara terus menerus hingga mencapai titik paling terendah.

Camat Belo Bambang Setiawan mengaku, petani bawang merah berunjuk rasa karena harga bawang merah di tingkat petani hingga Oktober 2018 belum ada kenaikan.

"Ada ratusan petani turun melakukan aksi unjuk rasa. Mereka memblokade jalan karena kecewa dengan harga bawang merah yang turun," kata Bambang saat dihubungi Kompas.com.

Khusus di Kecamatan Belo, sejak awal tahun tahun ini harganya mengalami penurunan. Bahkan, harganya berada di level terendah yakni di bawah Rp 1000 per kilogram.

Petani memblokade jalan lintas Desa Ngali, Kecamatan Belo, Bima karena kecawa anjloknya harga bawang merah, Rabu (10/10/2018)
Petani memblokade jalan lintas Desa Ngali, Kecamatan Belo, Bima karena kecawa anjloknya harga bawang merah, Rabu (10/10/2018)| KOMPAS.com/Syarifudin

Menurut petani harga bawang merah kini hanya Rp 900 per kilogram dari sebelumnya Rp 6.000 hingga Rp 15.000 per kilogram.

"Petanimenganggap harga itu tidak memihak dan tidak sebanding dengan biaya untuk pembelian bibit, pestisida termasuk pupuk," ujar Bambang.

Aksi demonstrasi ratusan petani bawang berlangsung sejak pukul 08.00 Wita hingga siang.

Bambang mengatakan, mereka memblokade atau menutup paksa jalan lintas Desa Ngali yang menghubungkan Kecamatan Langgudu hingga lumpuh total.

"Mereka memasang meja kayu, batu, bambu, ban bekas serta bawang di badan jalan, sehingga menghambat arus lalu lintas," tuturnya.

Halaman
12
Editor: Abdi Tumanggor
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved