Pria Ini Blak-blakan Sebut Oknum Terima Aliran Dana Parkir Medan Mall

Hal ini terungkap saat Widiyanto "turun gunung" ke Medan pascaaduan masyarakat menjadi perbincangan di Istana Negara

Pria Ini Blak-blakan Sebut Oknum Terima Aliran Dana Parkir Medan Mall
Tribun Medan / Azis Husein Hasibuan
Pertemuan Satgas Saber Pungli pusat bersama Pemko Medan, Polda Sumut dan Polrestabes Medan di Grand Aston, Rabu (10/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Azis Husein Hasibuan

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sekretaris Tim Saber Pungli Irjen Pol Widiyanto Poesoeko mengungkap adanya aliran dana yang masuk ke pundi-pundi oknum tertentu dari hasil parkir di Medan Mall dan Pusat Pasar Medan.

Hal ini terungkap saat Widiyanto "turun gunung" ke Medan pascaaduan masyarakat menjadi perbincangan di Istana Negara.

"Pasti terima setoran ini. Enggak mungkin enggak ini. Kalau enggak mana mungkin dibiarkan dan kenapa dibiarkan. Gampang tinggal nangkap dan bawa ke Jakarta. Menarik biaya parkir di atas ketentuan Perda Nomor 1 Tahun 2017," kata Widiyanto saat mengadakan pertemuan bersama Wakil Wali Kota Medan Akhyar Nasution dan pejabat Ditreskrimsus Polda Sumut dan Polrestabes Medan di Grand Aston, Rabu (10/10/2018).

Tarif parkir yang terjadi di kawasan Pusat Pasar dan Medan Mall yang sudah ditentukan bahwa masyarakat membayar biaya parkir progresif roda empat mulai dari Rp 5 ribu hingga Rp 25 ribu per hari.

Namun, pada kenyataannya di lapangan, parkir Medan Mall yang dikelola pihak swasta, yakni Brahma Debang Kencana (DBK) tidak sesuai Perda Nomor 1 Tahun 2017.

Masyarakat yang memiliki rumah toko (ruko) justru dibebankan membayar mencapai di atas biaya yang ditentukan.

Truk Laga Kambing di Desa Sumbul Baru Sibolangit, Dua Orang Dikabarkan Meninggal

Viral Petugas Imigrasi Malaysia Robek Paspor Lalu Minta Uang Kopi, Pemerintah Gelar Investigasi

Terkuak di ILC TVOne, Surat soal Kebohongan Ratna Sarumpaet dan Respons Kubu Prabowo

Penghina Batak Disidangkan, Hakim: Apa Edy Rahmayadi Menemuimu di Penjara, Gak Ada Kan?

"Dalam aturan dinyatakan boleh menarik biaya parkir mencapai Rp 25 ribu tapi malah menarik di luar ketentuan. Itu sudah dipastikan pungli. Tinggal nangkap saja saya, mudah sekali. Siapa yang melakukan? Sudah ketahuan orangnya. Nanti kalau sudah ditangkap, jangan teriak-teriak dan menyesal. Itu sudah risiko jabatan," ujar Widiyanto.

Lakukan Pungli Jelang Pensiun, Pengawas Sekolah Terancam Hukuman 14 tahun Penjara

Dua Sahabat Asal Maluku Utara jadi Peserta Termuda di MTQN XXVII

Menurutnya, masalah pengutipan biaya parkir yang tak sepantasnya ini sudah menjadi atensi Presiden Joko Widodo.

"Pak Presiden sudah wanti-wanti ini. Bapak-bapak enggak sadar yang disetorkan ke Anda sedikit tapi diterima saja. Tapi mereka, terima ratusan juta. Bapak enggak pernah cek, karena mau enaknya saja," ujarnya.

Ia menambahkan, Satgas Saber Pungli masih memberikan kesempatan kepada Pemko Medan untuk segera membenahi biaya tarif profresif di Medan Mall.

Catatkan Sejarah, Atlet Sumut Raih Tiga Emas di Asian Para Games 2018

Pengedar Sabusabu Teriak Rampok saat Ditangkap Polisi di Depan Rumah Makan

"Mari segera benahi. Saya mohon Pemko Medan segera hubungi BDK untuk segera merubah sistemnya. Panggil warga supaya ada kesepakatan antara warga dan pengelola," ucap Widiyanto.

(ase/tribun-medan.com)

Penulis: Azis Husein Hasibuan
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help