Kapal Tenggelam

Dimintai Keterangan Soal Penggunaan Dana Rp 5 Miliar, Camat Dolok Pardamean Minta Ijin Makan Siang

Kejari Simalungun memeriksa Empat kepala dinas, mantan Dirut RSU Rondahaim dan camat di Tigaras.

Dimintai Keterangan Soal Penggunaan Dana Rp 5 Miliar, Camat  Dolok Pardamean Minta Ijin Makan Siang
TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI
Warga dan keluarga korban KM Sinar Bangun menanti informasi di Pelabuhan Tiga Ras. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Tommy Simatupang

TRIBUN-MEDAN.com, SIMALUNGUN - Kejaksaan Negeri (Kejari) Simalungun telah memanggil organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dana Rp 5 miliar yang dianggarkan untuk biaya pencarian korban KM Sinar Bangun.

Kejari Simalungun memeriksa Empat kepala dinas, mantan Dirut RSU Rondahaim dan Camat di Tigaras. Sebelumnya, Kejari juga sudah memeriksa bendahara BPBD Simalungun.

Ada pun empat kepala dinas yang tersangkut yakni Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mudahalam Purba, Kepala Dinas Kesehatan Jan Mourisdo, Kepala Dinas Informasi dan Komunikasi Akmal Siregar, Kepala Dinas Sosial Frans Togatorop, mantan Dirut RSU Rondahaim dr Lidia Naibaho dan Camat Dolok Pardamean Rediana Naobaho.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Simalungun Rendra Yoki Pardede belum mau terbuka soal pemeriksaan. Namun, ia memastikan pemanggilan tersebut terkait anggaran KM Sinar Bangun.

"Iya terkait KM Sinar Bangun," katanya via WhatsApp, Kamis (11/10/2018).

Kepala BPBD Simalungun Mudahalam Purba saat ditemui usai diperiksa terkesan menutup diri. Ia mengatakan Kejari memintanya untuk mengumpul data tentang kegiatan pencarian KM Sinar Bangun yang menggelontorkan anggaran Rp 5 miliar.

Inul Daratista Ikut Falling Star Challenge, Benda yang Berserakan di Sekitarnya Jadi Sorotan

Bikin 30 Rumah di Jalan Mangkubumi Medan Hangus, Raju Teriak: Sudah Kubakar Rumahku

Najwa Shihab Tanyakan Prestasi Para Capres, Mardani Ali Banggakan Prabowo Taklukkan Everest

Mudahalam pun langsung naik mobil saat dicecar pertanyaan lainnya. Saat disinggung adanya dugaan pemalsuan kegiatan terhadap anggaran tersebut, dari dalam mobil Mudahalam mengatakan punya data.

"Kita punya data. Kita ada data. Disuruh kumpulin data," katanya.

Laga PSMS Kontra PS Tira Terancam Batal di Stadion Teladan, Panpel Belum Kantongi Ijin Kepolisian

Warga STM Hilir Temukan Mayat Mengapung dengan Kaki dan Tangan Terikat

Dzulmi Eldin Antar Langsung Uang Tunai Rp 600 Juta Sumbangan Warga Medan ke Palu

Mudahalam pulang menggunakan mobil avanza hitam bareng rekannya yang turut diperiksa yakni Kepala Dinas Kesehatan Jan Mourisdo, dan mantan Dirut RSU Rondahaim dr Lidia Naibaho.

Sementara, Camat Dolok Pardamean, Rediana Naibaho yang merupakan kecamatan kawasan Pelabuhan Tigaras lari saat akan diwawancarai. Rediana terlihat berjalan sembari meletakkan handphone di telinga.

Rediana yang datang bersama supir menggunakan mobil biru Pemkab Simalungun buru-buru masuk mobil. Rediana pun menutup pintu mobilnya.

Taurus Jangan Terlalu Keras terhadap Orang Lain, Scorpio saatnya Introspeksi Diri

"Tadi diperiksa dari jam 10. Nantilah ya mau makan siang dulu," katanya sembari pergi meninggalkan pertanyaan.

Diketahui, keluarga korban mengharapkan Kejari Simalungun cepat melakukan pemeriksaan terhadap anggaran Rp 5 miliar. Keluarga korban juga menyayangkan ada oknum-oknum yang memanfaatkan momentum tenggelamnya KM Sinar Bangun sebagai ajang proyek.

(tmy/tribun-medan.com)

Penulis: Tommy Simatupang
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help