Diputus Pidana Mati, Mata Gembong Sabusabu 100 Kilogram Berkaca-kaca

Mata kedua bersaudara ini tampak berkaca-kaca saat Majelis Hakim memutus mereka dengan pidana mati.

Diputus Pidana Mati, Mata Gembong Sabusabu 100 Kilogram Berkaca-kaca
TRIBUN MEDAN/ALIJA MAGRIBI
Arman (brewok) bersama saudaranya diputus pidana mati oleh Pengadilan Negeri Medan, Kamis (11/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Alija Magribi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Usai sudah Pengadilan Negeri Medan menuntaskan sidang terhadap dua gembong narkoba jaringan internasional yang bernama Arman (31) dan Edy Suryadi (39).

Mata kedua bersaudara ini tampak berkaca-kaca saat Majelis Hakim memutus mereka dengan pidana mati.

Amatan Tribun Medan, tampak kerumunan pengunjung di ruang Cakra 3 Pengadilan Negeri Medan pada Kamis (11/10/2018) sore menjadi saksi hidup atas putusnya pidana mati terhadap Arman dan Edy Suryadi yang kala itu mengenakan kaos merah.

Arman tampak sesekali menutup wajahnya saat kamera wartawan berusaha mengambil gambar dirinya yang tertunduk kaku.

Jalannya sidang, Majelis Hakim yang dipimpin Ali Tarigan memutuskan keduanya bersalah melakukan tindak pidana peredaran narkoba.

Pertimbangan pemberatan adalah para terdakwa melawan program pemberantasan narkoba yang digagas pemerintah dan merusak generasi bangsa.

"Tidak ada hal apapun yang menjadi pertimbangan hakim untuk mencari peringanan hukum untuk para terdakwa," cetus Hakim Ali Tarigan kepada keduanya.

"Adapun unsur-unsur Pasal Primer yakni Pasal 114 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika telah terpenuhi, maka majelis hakim tidak perlu melihat pasar Subsider," sambung Ali Tarigan.

Menanggapi putusan tersebut, Penasihat hukum Arman dan Edi mengaku keberatan dan berencana mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Medan.

Halaman
12
Penulis: Alija Magribi
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help