Empat Sindikat Pengedar Sabusabu 6,6 Kilogram Mengaku Bersalah dan Menyesal

Penyesalan keempat terdakwa dibacakan oleh penasihat hukumnya yakni Laia Faomasi SH di ruang Cakra 6 Pengadilan Negeri Medan.

Empat Sindikat Pengedar Sabusabu 6,6 Kilogram Mengaku Bersalah dan Menyesal
TRIBUN MEDAN/ALIJA MAGRIBI
Empat terdakwa kasus narkoba saat disidang oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Medan, Kamis (11/10/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Alija Magribi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sidang lanjutan Empat komplotan bandar shabu pemilik 6,6 kilogram kembali bergulir di Pengadilan Negeri Medan. Dalam sidang beragendakan pembelaan tersebut, Kamis (11/10/2018) keempatnya mengaku bersalah.

Penyesalan keempat terdakwa dibacakan oleh penasihat hukumnya yakni Laia Faomasi SH di ruang Cakra 6 Pengadilan Negeri Medan. Laia meminta kesempatan Majelis Hakim yang dipimpin Deson Togatorop untuk hanya membaca pokok-pokok pembelaaan.

"Kepada majelis hakim adapun permohonan terdakwa adalah Sudi kiranya Majelis Hakim dapat memberikan putusan seringan-ringannya," ujar Laia yang duduk menghadap keempat terdakwa.

"Selama ini keempat terdakwa belum pernah dihukum sebelumnya. Para terdakwa hanya bertindak sebagai kurir dan para terdakwa selalu bersikap sopan selama di persidangan," sambungnya.

Pembelaan penasihat hukum merupakan balasan terhadap tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kadlan Sinaga yang meminta majelis hakim memidanakan keempat sekawan pemilik sabu seberat 6,6 kilogram dengan hukuman masing-masing 19 tahun penjara pada sidang yang berlangsung (4/10/2018) lalu.

Tuntutan tersebut disematkan kepada masing masing terdakwa yaitu, Alfian, Erwin Daulay, kemudian Muhammad Agam dan Muhammd Rizal (berkas terpisah). Imbuh JPU Kadlan, keempat terdakwa telah melakukan pemufakatan jahat menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, menyerahkan, atau menerima Narkotika Golongan I bukan tanaman melebihi 5 gram.

"Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No35 Tahun 2009 Tentang Narkotika," pungkas Kadlan kala itu.

Menanggapi nota pembelaan yang diutarakan penasihat hukum Laia Faomasi, Majelis Hakim pun meminta waktu untuk memberikan keputusan bagi keempat terdakwa pada sidang pekan depan.

Dalam dakwan diketahui, keempat terdakwa ditangkap petugas dari Polda Sumut pada Maret 2018. Keempat terdakwa ditangkap saat menjemput sabu tersebut ke Dumai, atas perintah dari Eet (DPO). Eet menelpon Alfian untuk menjemput sabu itu dari seorang temannya di Dumai, dan dijanjikan upah Rp 5 juta per kilogram bila berhasil membawa sabu tersebut ke Medan.

Halaman
12
Penulis: Alija Magribi
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help