Harga BBM Premium Batal Naik Setelah Jokowi Berikan Sejumlah Perintah ke Menteri ESDM

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan membatalkan harga kenaikan bahan bakar jenis premium

Harga BBM Premium Batal Naik Setelah Jokowi Berikan Sejumlah Perintah ke Menteri ESDM
KOMPAS.com/RIDWAN AJI PITOKO
Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Darmin Nasution menegaskan bahwa mulai 1 September 2018 tak ada lagi bahan bakar minyak (BBM) jenis Solar murni atau B-0 yang dijual di SPBU. Foto diambil Jumat (31/8/2018). 

"Sampai Pertamina siap. Jadi ditunda sampai waktu yang tidak ada waktunya.

Demikian sesuai arahan bapak presiden," ujar Jonan. Sebelumnya, pemerintah lewat PT Pertamina (Persero) menaikkan harga BBM untuk Pertamax Series dan Dex Series, serta Biosolar nonsubsidi.

Adapun jenis BBM yang harganya naik yaitu Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, Pertamina Dex, dan Biosolar non-PSO.

Baca: Saat Rupiah Melemah, Muncul Isu Harga BBM Naik, Pertamina Tegaskan Itu Info Hoax

Penyesuaian harga tersebut merupakan dampak harga minyak mentah dunia yang terus merangkak naik hingga tembus 80 dollar per barel.

Penetapan kenaikan harga ini mengacu pada Peraturan Menteri ESDM Nomor 34 Tahun 2018 Perubahan Kelima Atas Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 39 Tahun 2014, Tentang Perhitungan Harga Jual Eceran BBM.

"Atas ketentuan tersebut, Pertamina menetapkan penyesuaian harga," ujar External Communication Manager PT Pertamina Persero, Arya Dwi Paramita dalam keterangan tertulis, Rabu siang.

Arya mengatakan, kisaran kenaikan harga setiap produk berbeda-beda, antara Rp 900-Rp 2.100. Kenaikan harga di setiap wilayah juga berbeda.

Di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, harga Pertamax menjadi Rp 10.400 per liter, Pertamax Turbo Rp 12.250 per liter, Pertamina Dex Rp 11.850 per liter, Dexlite Rp 10.500 per liter, dan Biosolar Non-PSO Rp 9.800 per liter.

Terkait rencana kenaikan BBM premium, wilayah Jawa-Madura-Bali (Jamali) awalnya direncanakan naik menjadi Rp 7.000 per liter dari sebelumnya dari Rp 6.450 per liter.

Sedangkan, untuk harga jual Premium di luar Jamali naik menjadi Rp 6.900 per liter dari sebelumnya Rp 6.400 per liter.

Halaman
1234
Editor: Array A Argus
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help