Harga BBM Premium Batal Naik Setelah Jokowi Berikan Sejumlah Perintah ke Menteri ESDM

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan membatalkan harga kenaikan bahan bakar jenis premium

Harga BBM Premium Batal Naik Setelah Jokowi Berikan Sejumlah Perintah ke Menteri ESDM
KOMPAS.com/RIDWAN AJI PITOKO
Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Darmin Nasution menegaskan bahwa mulai 1 September 2018 tak ada lagi bahan bakar minyak (BBM) jenis Solar murni atau B-0 yang dijual di SPBU. Foto diambil Jumat (31/8/2018). 

Ketiga, memastikan daya beli masyarakat tetap menjadi prioritas dari setiap kebijakan yang diambil.

Demikian pula fundamental ekonomi tetap dijaga agar ekonomi tetap bugar," papar Erani.(Tribun Network/kompas.com/fik/fia/sen/wly)

Kurang Koordinasi
Rencana kenaikan harga BBM Premium yang kemudian dibatalkan oleh Menteri ESDM, Ignasius Jonan merupakan bentuk kurangnya kordinasi antara pemangku kebijakan.

Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN, Fajar Harry Sampurno menyebutkan pihak Kementerian BUMN selaku bos dari Pertamina baru tahu setelah Jonan mengumumkan hal tersebut.

Fajar menjelaskan seharusnya untuk mengumumkan kenaikan harga perlu terlebih dulu diadakan rapat koordinasi (rakor) antarpemangku kepentingan yang dipimpin oleh Menteri Koordinator bidang perekonomian.

Maka setelah ini, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri ESDM Ignasius Jonan, Pertamina dan stakeholder yang mendukung pun telah dijadwalkan untuk melakukan rapat koordinasi.

Petugas Mengisi bahan bakar di kios Pertamina di Jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali), Jawa Barat, Kamis (15/6/2017). Kios Pertamina ini menyediakan BBM kaleng Pertamax, Pertamina Dex, dan Dexlite.
Petugas Mengisi bahan bakar di kios Pertamina di Jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali), Jawa Barat, Kamis (15/6/2017). Kios Pertamina ini menyediakan BBM kaleng Pertamax, Pertamina Dex, dan Dexlite. ((KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG))

"Biasanya untuk pengumuman ini memang diperlukan rakor yang dipimpin oleh Menko Perekonomian oleh karena itu mungkin akan segera dilaksanakan rakor.

Untuk itu, kami juga mendapat kabar Pak Jonan mengumumkan menunda kenaikan pada hari ini atau besok," sambung Fajar.

Kemudian, untuk menaikkan harga BBM seharusnya mempertimbangkan Perpres Nomor 43 tahun 2018 tentang Penyediaan dan Pendistribusian dan Harga Jual Eceran BBM seperti kemampuan daya beli masyarakat maupun kondisi keuangan negara.

"Kita juga tahu di Perpres (43 tahun 2018) tersebut ada tiga syarat pertimbangan yang perlu diperhatikan.

Pertama, kondisi keuangan negara, kemampuan daya beli masyarakat, serta yang ketiga adalah kondisi riil ekonomi," tutur Fajar.

Lalu, alasan kedua dibatalkannya kenaikan harga BBM karena Pertamina selaku penyalur BBM tidak siap untuk menaikkan harga premium karena pada Rabu pagi Pertamina baru saja menaikkan harga Pertamax.

Menurut Fajar, pihak BUMN tidak memungkinkan jika dalam satu hari ada dua kali kenaikan harga(Tribun Network/fik/fia/sen/wly)

Editor: Array A Argus
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help