Lamanya Pengajuan Cawagub DKI, Fraksi Golkar: Dipilih Nanti Wagub Jakarta, Bukan Wagubnya. . .

Fraksi-fraksi di DPRD DKI Jakarta mulai bersuara atas belum ditentukannya wagub DKI Jakarta

Lamanya Pengajuan Cawagub DKI, Fraksi Golkar: Dipilih Nanti Wagub Jakarta, Bukan Wagubnya. . .
dok/sebarr
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiga Uno bersama Ketua DPRD DKI M Taufik. 

TRIBUN-MEDAN.COM - Fraksi-fraksi di DPRD DKI Jakarta mulai bersuara atas stagnannya proses pemilihan calon wakil gubernur baru DKI Jakarta.

Dua partai yang punya hak mengajukan dua calon wagubnya, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Gerindra, tidak kunjung menemukan kata sepakat. 

Selama berminggu-minggu, kondisinya masih tetap sama. PKS bertahan dengan sikapnya yang ingin agar dua calon wagub diambil dari kadernya yakni Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu. 

Sementara itu, Partai Gerindra tetap merasa memiliki hak yang sama untuk ikut mencalonkan.

Sejauh ini, baru ada satu nama yang menguat dari Partai Gerindra, yaitu Mohamad Taufik. 

Adapun peraturan dan etika politiknya, partai pengusung harus menyerahkan dua nama kandidat kepada Gubernur DKI.

Setelah itu, Gubernur akan menyerahkan nama-nama tersebut kepada DPRD DKI Jakarta untuk dipilih salah satu. 

Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa DPRD DKI Jakarta menyayangkan lamanya proses pengajuan nama cawagub ini.

"Kami kecewa, PKS dan Gerindra terlalu lama putuskan calon wagub," ujar Sekretaris Fraksi PKB DPRD DKI Jakarta Mualif di Gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (10/10/2018), dikutip dari Kompas.com.

Dia khawatir roda pemerintahan tidak berjalan jika jabatan wagub terus menerus kosong. Apalagi, masalah Ibu Kota tidak sederhana.

Halaman
1234
Editor: Abdi Tumanggor
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help