Tidak Ada Lawan Dalam Pemilihan Kepala Desa Serentak, Belasan Calon Petahana Calonkan Istrinya

Banyak petahana yang kesulitan mendapatkan lawan. Terutama, para petahana yang kinerjanya dinilai baik oleh masyarakat.

Tidak Ada Lawan Dalam Pemilihan Kepala Desa Serentak, Belasan Calon Petahana Calonkan Istrinya
(Dokumen Pemkab Grobogan‎)
Kepala Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus, Grobogan, Jateng, Ahmad Taufik saat mengambil nomor undian Pilkades bersama istrinya Yuyun Isichoma di balaidesa, Selasa (9/10/2018)‎. Pasutri ini akan bersaing dalam Pilkades. 

TRIBUN-MEDAN.com-Ada yang menarik dalam pelaksanaan pemilihan kepala desa ( pilkades) serentak di Grobogan yang rencananya akan digelar bulan November 2018 mendatang.

Yakni, adanya belasan pasangan suami istri (pasutri) yang akan bersaing dalam bursa pilkades. 

Dalam pelaksanaan pilkades serentak kali ini aturannya memang tidak ada calon tunggal. Artinya, calon peserta pilkades tidak boleh lagi disandingkan dengan kotak kosong seperti pilkades lalu.

Terkait aturan tersebut, banyak petahana yang kesulitan mendapatkan lawan. Terutama, para petahana yang kinerjanya dinilai baik oleh masyarakat.

Lantaran tidak ada pesaingnya, para petahana yang mencalonkan diri lagi ini terpaksa mengajukan istrinya sebagai lawan.

Selain itu, ada juga yang mengajukan anak atau kerabatnya untuk mendaftar jadi peserta pilkades agar tidak terjadi calon tunggal.

Pentolan Alumni 212 Ancam Polisikan Amien Rais Jika Tidak Minta Maaf Kepada Tito Karnavian

Lamanya Pengajuan Cawagub DKI, Fraksi Golkar: Dipilih Nanti Wagub Jakarta, Bukan Wagubnya. . .

Kabag Pemerintahan Desa Pemkab Grobogan Daru Wisakti, mengatakan, berdasarkan peraturan daerah (perda) yang mengatur tentang kepala desa, sudah ditentukan minimal calon ada dua orang dan maksimalnya lima orang.

"Sesuai peraturan, tidak ada calon tunggal atau musuh kotak kosong. Maksimal calonnya ada lima orang dalam Pilkades ini," terang Daru kepadaKompas.com, Kamis (11/10/2018).

Daru menyampaikan, pada pelaksanaan pilkades serentak ini sudah memasuki tahapan pengundian nomor urut. Sehari sebelumnya, panitia desa sudah menetapkan calon tetap peserta pilkades.

Dalam penetapan calon tetap di sejumlah desa memang terdapat nama yang ternyata adalah pasutri. Hal itu memang diperbolehkan sesuai dengan aturan yang ditetapkan.

Halaman
12
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help