Gembong Sabu Menolak Dihukum Mati

-Dua gembong sabu yakni Arman (31) dan Edy Suryadi (39) dijatuhi hukuman mati oleh Majelis Hakim Ali Tarigan

Gembong Sabu Menolak Dihukum Mati
TRIBUN MEDAN/ALIJA MAGRIBI
Rony dan Hijau dituntut 11 tahun oleh JPU di Pengadilan Negeri Medan, 

MEDAN,TRIBUN-Dua gembong sabu yakni Arman (31) dan Edy Suryadi (39) dijatuhi hukuman mati oleh Majelis Hakim Ali Tarigan pada sidang lanjutan di ruang Cakra III Pengadilan Negeri (PN) Medan.

Namun, kuasa hukum kedua terdakwa, Qodirun menolak hukuman tersebut.

Alasannya, kedua terdakwa tidak bersalah. Mereka dijebak oleh Apani, sindikat narkoba yang kini buron.

"Kami keberatan majelis. Kami sepakat untuk banding," kata Qodirun, Kamis (11/10).

Ia mengatakan, terdakwa Edy Suryadi awalnya diminta Apani mencarikan kapten kapal dengan alasan untuk mencari ikan asin di laut.

Setelah bertemu dengan Arman, Edy pun mengajak rekannya itu.

Namun, ketika berada di tengah laut, ternyata barang yang dibawa Arman dan Edy merupakan narkoba.

Baca: Dua Mahasiswa Pengedar Sabusabu Dituntut 11 Tahun Penjara, Segini Barang Buktinya

Mereka kemudian membawa 100 kilogram sabu yang dikemas dalam tujuh karung goni ke rumah Arman, di Jalan Baru, Gang Keluarga, Lingkungan XV, Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan.

Di sana, sabu tersebut disembunyikan dalam dinding.

Nahasnya, aksi Arman dan Edy terendus anggota Badan Narkotika Nasional (BNN). Mereka kemudian ditangkap secara terpisah.

Halaman
12
Editor: Array A Argus
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved