Kontrakan Tertimpa Longsoran Pondasi Rumah di Sibolga, Empat Orang Meninggal Dunia

Sebelum nahas menjemput, hujan deras dan angin kencang berlangsung beberapa jam sejak siang hingga sore

Kontrakan Tertimpa Longsoran Pondasi Rumah di Sibolga, Empat Orang Meninggal Dunia
Tribun Medan / HO
Hujan deras yang terjadi di Sibolga membuat pondasi rumah warga lomgsor dan menimpa rumah di sebelahnya,sehingga mengakibatkan empat warga meninggal dunia. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / M Andimaz Kahfi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Longsor di Gang Senggol, Kelurahan Sibolga Ilir, Kota Sibolga, Sumatera Utara merenggut empat nyawa, Kamis (11/10/2018).

Empat korban tersebut Ika boru Marbun, dua anaknya yang masih balita, Wahid Tobing dan Juni Tobing serta Sainul Lubis yang masih duduk di kelas 4 Sekolah Dasar (SD).

Berdasarkan informasi yang diterima, sebelum kejadian tersebut terjadi, hujan deras dan angin kencang berlangsung beberapa jam sejak siang hingga sore. Banjir pun langsung menggenang di beberapa titik di kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah. 

Rumah kontrakan yang dihuni para korban berada di pemukiman padat dengan kontur tanah perbukitan. Bersebelahan dengan pondasi rumah warga lain yang dicor beton bercampur batu-batu besar. Rumah itu berdempetan dan dihuni dua keluarga yang bersaudara, bermarga Tobing dan Lubis.

Sebelum kejadian, br Marbun, istri dari Tobing baru saja pulang jualan bakso tusuk di Pelabuhan Lama, Sibolga. Karena hujan deras ia memutuskan pulang lebih awal ke rumah.

Mandailing Natal Banjir, Jalan dan Rumah Amblas, Ini Foto-fotonya

Menguak Skandal Atlet Kento Momota, Tepergok Tidur Sekamar dengan Sesama Atlet Bulu Tangkis

5 Fakta Istri Khabib Nurmagomedov Misterius & Menguak Ricuh Duel dengan Conor McGregor

Sementara tetangganya yang juga kerabatnya, Marbun dan br Tobing juga sedang di rumah. Kendati selamat dari maut karena sempat melarikan diri. Br Marbun dan kedua anaknya Wahid dan Juni serta anak tetangganya, Sainul Lubis sedang menonton di dalam rumah.

Cancer Dilanda Kebingungan dan Capricorn Fokus Jaga Kesehatan

Pria yang Diduga Penyebab Terbakarnya 35 Rumah di Mangkubumi Jalani Pemeriksaan Psikiater

Sementara sang Suami sedang menarik becak. Tiba-tiba pondasi yang berada di sebelah rumah para korban ambruk dan menimpa rumah.

"Kayak petir terdengar waktu longsor itu. Pas kutengok, teriak-teriak aku. Suamiku lompat langsung ke rumah itu, baru berdatanganlah orang-orang," kata tetangga korban, br Hasibuan yang mendengar ambruknya tanah.

Warga berusaha mengangkat puing-puing beton bercampur puing rumah, mencari para korban untuk dievakuasi.

AKP Dolly Anggap Personel Polres Dairi Sebagai Keluarga, Mutasi ke Ditreskrimum Polda Sumut

Curi Kosen dan Seng Rumah Tetangga, Empat Maling Diciduk Polisi

Ke empat korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit berbeda, RS DR FL Tobing dan RS Metta Medika. Sempat mendapatkan perawatan, ke empat korban akhirnya meninggal dunia di rumah sakit sebelum akhirnya dibawa ke rumah duka.

Wali Kota Sibolga, Syarfi Hutauruk mengucapkan duka mendalam atas musibah tersebut. Wali kota dan Wakil Wali Kota Edi Polo Sitanggang dan Kapolres Sibolga AKBP Edwin H Harianja mendatangi rumah sakit.

Wali Kota mengatakan sejumlah titik rawan longsor berada di Kota itu. Ia menghimbau warga yang bermukim di bantaran sungai dan lereng bukit meningkatkan kewaspadaan.

"Kita harap tingkatkan kewaspadaan, beberapa titik memang rawan, ada di Ketapang, ada di Dolok Martimbang," jelas Syarfi.

(cr9/tribun-medan.com)

Penulis: M.Andimaz Kahfi
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved