Laporan OECD Sebut Ekonomi Indonesia Sehat Diukur dari Indikator Ekonomi Kunci

The Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD): Ekonomi Indonesia tumbuh sehat.

Laporan OECD Sebut Ekonomi Indonesia Sehat Diukur dari Indikator Ekonomi Kunci
TRIBUN-MEDAN.COM/HO KSP
Pertemuan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dengan Direktur Hubungan Global OECD G-20 dan Sous Sherpa Andreas Schaal (berkacamata) dan Alexander Bohmer Kepala Divisi Asia Tenggara' Global Relations Secretariat OECD dan Deputi III bidang kajian Ekonomi Denni Purbasari, pada Jumat, 12 Oktober 2018, di Nusa Dua, Bali. 

Organisasi Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (The Organisation for Economic Co-operation and Development, OECD) melaporkan, ekonomi Indonesia tumbuh dengan sehat. 

TRIBUN-MEDAN.COM - Laporan itu dirilis 10 Oktober 2018 bersamaan dengan kegiatan Annual Meeting IMF-World Bank di Nusa Dua Bali, pada Jumat (12/10/2018). 

Laporan setebal 149 tersebut menegaskan kemampuan pemerintah Indonesia mengelola dengan baik perekonomiannya di tengah gejolak ekonomi global (dunia) belakangan ini.

Hal itu bilamana diukur dari beberapa indikator ekonomi kunci, di antaranya:

  • Tingkat inflasi yang stabil,
  • Kemiskinan dan ketimpangan,
  • Defisit fiskal yang menurun, dan
  • Adanya respons kebijakan moneter yang tepat dalam situasi ekonomi yang tengah bergerak dinamis.

OECD adalah organisasi untuk kerja sama dan pembangunan ekonomi yang beranggotakan 36 negara Eropa dan Amerika Utara ditambah Jepang dan Korea Selatan.

Indonesia, bersama dengan Brazil, India, dan China, atau BRIC menjadi key partners dari OECD yang didirikan pada tahun 1961 dan berpusat di Paris.

“Kami menyambut baik laporan tersebut,” ujar Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko saat bertemu dengan Mr. Andreas Schaal, Direktur Hubungan Global dan OECD G20 Sous-Sherpa, dan Kepala Divisi Asia Tenggara Mr. Alexander Bӧhmer OECD, pada Jumat (12/10/2/18) siang di Nusa Dua Bali di sela-sela pertemuan tahunan IMF-World Bank Group.

Pertemuan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dengan Direktur Hubungan Global OECD G-20 dan Sous Sherpa Andreas Schaal dan Alexander Bohmer Kepala Divisi Asia Tenggara' Global Relations Secretariat OECD dan Deputi III bidang kajian Ekonomi Denni Purbasari, 12 Oktober 2018, di Nusa Dua, Bali.
Pertemuan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dengan Direktur Hubungan Global OECD G-20 dan Sous Sherpa Andreas Schaal dan Alexander Bohmer Kepala Divisi Asia Tenggara' Global Relations Secretariat OECD dan Deputi III bidang kajian Ekonomi Denni Purbasari di sela-sela pertemuan tahunan IMF-World Bank Group, pada 12 Oktober 2018 di Nusa Dua Bali. 
(TRIBUN-MEDAN.COM/HO KSP)

Andreas Schaal mengatakan, untuk membuat ekspansi ekonomi Indonesia ini terus berlanjut, pemerintah Indonesia perlu meningkatkan penerimaan negara untuk memenuhi kebutuhan pembangunan.

Selain itu juga perlu memperbaiki outcome pendidikan dan pelatihan vokasional serta kesehatan agar bonus demograsi berdampak optimal.

Lanjutnya, pada laporan OECD juga dielaborasi bagaimana sektor pariwisata berperan bagi pembangunan daerah dan kelestarian lingkungan.

Halaman
123
Editor: Abdi Tumanggor
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved