Prediksi Akhir Cerita Film Game of Thrones, Presiden Jokowi Banjir Pujian

Pidato ini mendapat tepukan tangan yang meriah dari para peserta. Direktur IMF Christine Lagarde bahkan memberikan pujian.

Prediksi Akhir Cerita Film Game of Thrones, Presiden Jokowi Banjir Pujian
ANTARA FOTO/ICom/AM IMF-WBG/Puspa Perwitasari/hp/2018
Presiden Jokowi menjadi pembicara kunci dalam plenary session IMF-WB 2018 di Nusa Dua Hall, Bali, Jumat (12/10/2018). 

TRIBUN-MEDAN.com-Presiden Joko Widodo kembali menjadi buah bibir karena pidatonya.

Setelah menganalogikan kekuatan penghancur perekoniman dunia sebagai Thanos dalam World Economic Forum on ASEAN di National Convention Center, Hanoi, September lalu, hari ini Jokowi mengambil inspirasi dari serial popular Game of Thrones.

Hal tersebut disampaikan Jokowi di tengah pidato pembukanya di Opening Plenary Pertemuan IMF-WB 2018 yang digelar di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Jumat (12/10/2018).

"Namun akhir-akhir ini hubungan antar-negara ekonomi maju semakin lama semakin terlihat seperti Game of Thrones," katanya.

"Balance of power dan aliansi antar negara-negara maju sepertinya tengah mengalami keretakan, lemahnya kerja sama dan koordinasi mengaikbatkan terjadinya banyak masalah seperti peningkatan derastis harga minyak mentah dan kekacauan pasar mata uang yang dialami negara berkembang," tutur Jokowi.

"Dalam serial Game of Thrones, sejumlah break houses great families bertarung hebat antar-satu sama lain untuk mengambil alih the iron thrones," sambung Jokowi yang diikuti tepuk tangan dan tawa riuh dari para peserta acara.

Namun, Jokowi berharap tidak akan terjadi peperangan seperti di Game of Thrones. Namun, dari Game of Thrones kita dapat belajar bahwa tidak penting siapa yang menguasai dan menjadi penguasa, tetapi intinya membuat pergolakan perekonomian global.

"Mather of Dragon menggambarkan siklus kehidupan, perebutan kekuasan antar-para break houses, sementara house yang lain mengalami kesulitan, dan setelahnya houses yang lain berjaya dan menjatuhkan houses lainnya," papar Jokowi.

"Akhirnya mereka sadar tidak penting siapa yang menduduki di Iron Throne, yang penting kekuatan bersama untuk mengalahkan evil winter agar bencana global tidak terjadi. Agar dunia tidak berubah jadi tanah tandus yang porak-poranda yang mengincar kita semua," beber Jokowi.

Pidato Jokowi ini langsung disambut tepuk tangan peserta sambil berdiri, alias standing ovation.

Halaman
12
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved