Suap DPRD Sumut

KPK Tahan Fahru Rozi di Pomdam Jaya Guntur, Minta Para Tersangka Lain Kooperatif

KPK kembali mengingatkan agar tersangka di kasus Sumut koperatif dan hadir jika dipanggil tanpa alasan yang dibuat-buat

KPK Tahan Fahru Rozi di Pomdam Jaya Guntur, Minta Para Tersangka Lain Kooperatif
tribunnews
Wakil Ketua KPK Saut Situmorang (kanan). 

Laporan Wartawan Tribun Medan / M Andimaz Kahfi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengagendakan pemeriksaan untuk tiga tersangka dalam kasus suap DPRD Sumut, Jumat (12/10/2018) kemarin.

Dalam agenda pemeriksaan itu, dua di antaranya tidak datang. Salah 1 tersangka yang datang, yaitu FRO ( Fahru Rozi) ditahan selama 20 hari pertama di Rutan Cabang KPK di Pomdam Jaya Guntur.

Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, untuk tersangka suap DPRD Sumut periode 2009-2014 dan 2014-2019 tidak hadir, yaitu TSI (Tunggul Siagian) mantan anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara 2009-2014), sakit pemeriksaan akan dijadwalkan ulang.

Kemudian, TAG (Taufan Agung Ginting) mantan anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara 2009-2014, penyidik belum menerima informasi alasan ketidakhadiran saksi.

"KPK kembali mengingatkan agar tersangka di kasus Sumut koperatif dan hadir jika dipanggil tanpa alasan yang dibuat-buat, kecuali alasan yg sah menurut hukum," kata Febri lewat siaran pers KPK, Sabtu (13/10/2018).

Kampungnya Terendam Banjir, Warga Setia Karya dan Kampung Sawah Mengungsi ke Mesjid

Viral Pembelaan Tuan Guru Bajang (TGB) pada Jokowi terkait Alfatekah di MTQ Medan, Nih Videonya

5 Fakta Penyekapan 3 Gadis di Medan, Termakan Bujuk Rayu Dicekoki Pil Anti Hamil hingga Kabur

Intelijen AS dan Turki Miliki Bukti Rekaman Pembunuhan Wartawan Arab Saudi, Ini Ancaman AS

UPDATE - Banjir Bandang di Mandailing Natal, 11 Siswa Madrasah Tewas, 3 Selamat dan 18 Hilang

Ia menambahkan, proses hukum tidak akan dapat dihindari dengan cara menunda-nunda waktu pemeriksaan ataupun penahanan.

"Tindakan tegas berupa upaya paksa telah dilakukan untuk sejumlah tersangka, baik berupa penangkapan ataupun DPO," ujar Febri.

Desa Sikara-kara IV Terisolir Pascabanjir Bandang yang Merusak Akses Jalan, Warga Minta Dievakuasi

Libra Hari ini Dinaungi Keberuntungan, Punya Kinerja Baik Virgo Dapat Promosi 

BMKG Prediksi Kota Medan Diguyur Hujan di Malam Hari, Siang Berawan dengan Suhu 32 Derajat

Kampungnya Terendam Banjir, Warga Setia Karya dan Kampung Sawah Mengungsi ke Mesjid

"Untuk DPO Ferry Suando Tanuray Kaban, agar segera menyerahkan diri ke KPK. Jangan ada yang mencoba melindungi," tegas Febri.

KPK menjelaskan, terhadap tersangka MFL dilakukan perpanjangan penahanan selama 40 hari dimulai tanggal 16 oktober 2018 sampai dengan 24 november 2018.

Perlu diketahui, tersangka yang belum ditahan masih belasan orang tersangka dalam kasus suap DPRD Sumut yang masih dalam penyelidikan.

Di antaranya Abu Bakar Tambak, Abul Hasan Maturidi, Rahmianna Delima Pulungan, Sopar Siburian, Analisman Zalukhu, Tonnies Sianturi.

Kemudian, Tohonan Silalahi, Murni Elieser, Dermawan Sembiring, Arlene Manurung, Syahrial Harahap, Washington Pane, Ferry Suando Tanuray Kaban, Tunggul Siagian dan Taufan Agung Ginting.

(cr9/tribun-medan.com)

Penulis: M.Andimaz Kahfi
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help