Wapres Jusuf Kalla Terpaksa Tidur di Pesawat: Subuh di Palu, Malamnya di Medan, Dini Hari di Bali

Pak JK tidur di pesawat: Jumat subuh ke Palu, Sore pukul 16.00 lanjut ke Medan menutup MTQ. Sekitar jam 22.30 ke Denpasar..

Wapres Jusuf Kalla Terpaksa Tidur di Pesawat: Subuh di Palu, Malamnya di Medan, Dini Hari di Bali
twitter/husainabdullah1
Wapres Jusuf Kalla dan Juru Bicaranya Husain Abdullah dalam pesawat yang membawa mereka 

TRIBUN-MEDAN.COM - Wakil Presiden Jusuf Kalla menjalani kesibukan luar biasa sepanjang Jumat (12/10/2018) hingga Sabtu (13/10/2018) dan terpkasa tidur dalam pesawat yang membawanya.

Peristiwa Wapres JK yang terpaksa tidur di pesawat ini dicuitkan Husain Abdullah di akun twitternya, Sabtu (13/10/2018).

''Pak JK tidur di pesawat: Jumat subuh ke Palu, Sore pukul 16.00 lanjut ke Medan menutup MTQ. Sekitar jam 22.30 ke Denpasar kegiatan IMF, tiba 03.30 wita sabtu dinihari. Siang Pak JK sudah harus di Jakarta sejaligus mengikuti penutupan Asian Paragames di GBK. Marathon,'' cuitnya.

Diketahui Jumat (12/10/2018) subuh, Wapres JK bertolak dari Bandara Halim Perdana Kusuma Jakarta ke Palu. Di sana JK akan bertemu Sekjen PBB Antonio Guitteres bertolak dari Ngurah Rai Bali.

Keduanya akan bertemu di Palu untuk melakukan peninjauan lapangan.

Dilansir dari kompas.com, Wakil Presiden Jusuf Kalla bersama Sekretraris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Gutteres berkunjung ke Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (12/10/2018).

Wapres mengajak Gutteres mengikuti beberapa kegiatan, mulai rapat koordinasi hingga meninjau lokasi likuefaksi di Perumahan Balaroa, Palu.

"Terima kasih atas bantuan yang akan diberikan untuk Palu," ujar Kalla dalam siaran pers Sekretariat Wakil Presiden, Jakarta.

Saat rapat koordinasi di Bandar Udara Mutiara SIS-Al Jufrie Palu, Kalla mengenalkan jajaran Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kepada Gutteres. Kepala BNPB Willem Rampangilei lantas memberikan gambaran kondisi Palu pasca gempa bumi dan tsunami akhir September 2018 lalu.

Termasuk menyampaikan jumlah korban meninggal dunia yang mencapai lebih dari 2.000 orang dan kerusakan parah terjadi di Balaroa dan Petobo.

Halaman
1234
Penulis: Satia
Editor: Tariden Turnip
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved