Idap Katarak Akibat Terkena Pukulan Saat Bermain Bola Kasti, Armansyah Berharap Masuk TNI

Ketegangan masih terlihat jelas di wajah Armansyah Tarepa usai menjalani operasi katarak di Rumah Sakit TNI AD

Idap Katarak Akibat Terkena Pukulan Saat Bermain Bola Kasti, Armansyah Berharap Masuk TNI
Armen usai menjalani operasi katarak. 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Ayu Prasandi

TRIBUN-MEDAN.com, PADANGSIDEMPUAN - Ketegangan masih terlihat jelas di wajah Armansyah Tarepa usai menjalani operasi katarak di Rumah Sakit TNI AD Losung Batu, Padangsidempuan.

Mengenakan tshirt lengan panjang berwarna merah, remaja laki-laki berusia 15 tahun ini duduk termenung dengan mata sebelah kirinya yang ditutup dengan perban.

Tak sengaja terkena pukulan dari seorang teman saat bermain Bola Kasti menjadi awal penderitaan yang dialami Armen sapaan akrabnya.

Ia mengidap katarak yang awal kemunculannya diakibatkan dari dampak terkena pukulan tersebut.

“Sudah satu tahun mata kiri saya tidak berfungsi dengan baik. Saya awalnya panik dan bingung. Lalu dibawa keluarga ke rumah sakit dan ternyata mata kiri saya katarak,” ujarnya saat ditemui Tribun, Minggu (14/10/2018).

Anak kedua dari empat bersaudara ini sejak saat itu harus beraktivitas hanya menggandalkan satu mata saja yaitu mata kanannya.

“Benar-benar tidak menyangka karena pukulan tidak sengaja itu malah saya menjadi katarak. Sempat panik karena mata saya jadi hanya satu yang berfungsi,” tutur warga Sorkam, Tapanuli Tengah (Tapteng) tersebut.

Berbagai cara untuk mengobati mata kirinya tersebut juga sudah dilakukan namun tidak juga membuahkan hasil.

“Orangtua takut kalau sampai saya dioperasi. Jadi memilih untuk tidak dioperasi karena pertama biaya yang tidak sedikit dan juga karena prosesnya yang lama, harus rawat inap,” ungkapnya.

Kemudian iapun menempuh jalur pengobatan alternatif seperti metode tetes tebu, tetapi juga tidak mendapatkan hasil.

Hingga akhirnya ia dan keluarga mendapatkan informasi jika akan diadakan Operasi Katarak Gratis yang diselenggarakan Tambang Emas Martabe. Ia pun segera mendaftarkan dirinya untuk menjadi salah satu pasien.

“Awalnya takut, tapi saya ingin bisa melihat dengan normal. Karena selama ini saya benar-benar kesulitan hanya menggunakan satu mata saja. Dan dengan banyak berdoa akhirnya saya menjalani operasi,” terangnya.

Armen memiliki cita-cita menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI), oleh karena itu adanya operasi yang dilakukannya tersebut menjadi satu semangat baginya untuk bisa meraih cita-citanya tersebut.

(pra/tribun-medan.com )

Penulis: Ayu Prasandi
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help