Liputan Eksklusif

Napi Sewa Sel Mewah Rp10 Juta Seminggu di Lapas Lubukpakam, Pakai Sandi 'Uang SPP'

Menurut Arman Depari, sipir yang ditangkap mengaku sel khusus merupakan semacam "bisnis sampingan" bagi mereka.

Napi Sewa Sel Mewah Rp10 Juta Seminggu di Lapas Lubukpakam, Pakai Sandi 'Uang SPP'
Tribun Medan / Akbar
Kalapas Lubukpakam, Prayer Manik mengadakan acara makan bersama warga binaan di Lapas Lubukpakam, Kamis (13/7/2017). (Tribun Medan / Akbar) 

MEDAN, TRIBUN-Badan Narkotika Nasional (BNN), mensinyalir adanya praktik-praktik kolusi berupa perlakuan istimewa terhadap narapidana kasus tertentu di sejumlah lembaga pemasyarakatan (lapas) di Indonesia.

Satu di antaranya di Lapas Klas IIB Lubukpakam, Deliserdang.

Berangkat dari pengembangan penyidikan terhadap Maredi Sutrisno dan Dekyan, sipir dan narapidana penghuni Lapas Klas IIB Lubukpakam yang tertangkap tangan bertransaksi narkotika jenis sabu-sabu di depan gedung lapas, BNN mendapatkan temuan tentang fasilitas istimewa untuk narapidana di sana.

Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Arman Depari, menyebut fasilitas ini berbentuk sel khusus dengan fasilitas yang bukan standar sel tahanan dan dibanderol dengan harga tertentu. Untuk sel di Lapas Lubukpakam, siapapun yang ingin menghuninya harus membayar Rp 10 juta.

"Kami sedang melakukan penyidikan lanjutan. Dari keterangan oknum sipir dan narapidana tersebut, selain peredaran narkotika, di dalam juga ada kamar-kamar sel yang disewakan. Mereka pakai sandi tertentu.

Pengakuannya, sandi untuk bayar sel ini adalah 'Uang SPP', besarannya Rp 10 juta. Waktunya satu minggu.

Artinya, untuk minggu-minggu berikutnya harus bayar lagi jumlah yang sama," kata Depari pada Tribun tengah pekan lalu.

Tumpukan uang hasil suap yang diterima Maredi Sutrisno.
Tumpukan uang hasil suap yang diterima Maredi Sutrisno. 

Ditanya apakah keberadaan fasilitas istimewa ini diketahui oleh unsur pimpinan Lapas, Arman Depari belum dapat memastikan.

Menurut dia, sipir yang ditangkap mengaku sel khusus merupakan semacam "bisnis sampingan" bagi mereka.

"Dia bilang begitu. Namun tentu kami tidak lantas percaya begitu saja. Kami akan cari bukti lebih lanjut apakah ada aliran dana ke pimpinan. Kasus ini masih terus dikembangkan untuk mengungkap keterlibatan dan penyidikan ke arah pencucian uang. Kalau memang seperti itu, kami pasti melakukan tindakan keras," ucapnya.

Halaman
1234
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved