Ciri-ciri Ini yang Bikin Desi Yakin Mayat Terapung di Perairan Batubara Adalah Ibunya

Saya yakin itu memang ibu saya bang. Ciri-cirinya saya tanda sekali dan saya yakin itu memang benar ibu saya

Ciri-ciri Ini yang Bikin Desi Yakin Mayat Terapung di Perairan Batubara Adalah Ibunya
TRIBUN MEDAN/INDRA GUNAWAN SIPAHUTAR
Desi, anak almarhum Muhajir ketika diwawancarai di rumahnya, Rabu (17/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Indra Gunawan Sipahutar

TRIBUN-MEDAN.com, LUBUKPAKAM - Mayat perempuan yang ditemukan dalam keadaan mengapung di perairan laut Kabupaten Batubara diduga merupakan Suniati (50) korban penculikan sekaligus pembunuhan sekeluarga yang terjadi di Desa Bangun Sari Kecamatan Tanjungmorawa, Kabupaten Deliserdang.

Saat ini mayat perempuan yang diduga Suniati itu sudah berada di rumah sakit Bhayangkara Medan.

Anak pertama korban, Desi yang diwawancarai www.tribun-medan.com, mengatakan kalau dirinya sudah melihat langsung mayat perempuan yang berada di rumah sakit Bhayangkara tersebut.

Ia menyebut pergi ke rumah sakit dengan didampingi oleh pihak Polsek Tanjungmorawa.

Baca: Sepasang Mayat tanpa Busana Ditemukan Terapung di Pulau Pandan, Tangan Terikat Nilon dan Ada Lakban

Baca: Kasus Penculikan dan Pembunuhan Satu Keluarga Muhajir, Polisi Periksa 10 Orang Saksi

Penemuan jasad pria dan wanita, di perairan laut Pulau Pandan Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, Selasa (16/10/2018) sekitar pukul 10.00 WIB kemarin.
Penemuan jasad pria dan wanita, di perairan laut Pulau Pandan Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, Selasa (16/10/2018) sekitar pukul 10.00 WIB kemarin. ()

"Saya yakin itu memang ibu saya bang. Ciri-cirinya saya tanda sekali dan saya yakin itu memang benar ibu saya,"ujar Desi yang ditemui di rumahnya Rabu, (17/10/2018).

Desi menjelaskan mayat tersebut memiliki luka timbul dibagian paha kanan sama seperti ibunya. Selain itu gigi depan bagian atas besar dan terdapat bekas kikir.

"Banyak persamaannya bang. Sama-sama ada bekas guratan di perut. Selain itu diselangkangannya juga ada guratan habis melahirkan gitu," kata Desi.

Pada bagian kaki kiri, lanjut Desi jari telunjuk dengan jari tengah sama rata. Selain itu jari manis dan kelingking juga sama. Itu memang fisik-fisik ibu bang. Namanya ibu saya ya saya paham kalilah. Kalau pakaiannya memang sudah tidak ada," kata Desi.

Ia menyebut meski dirinya sudah yakin namun ia belum dapat mendapat izin dari pihak kepolisian untuk membawa jenazah ibunya. Disebut masih dilakukan tes DNA untuk memastikan semuanya.

"Kata polisi biar akurat dan kalau sudah keluar hasil tes DNA nya nanti baru bisa dibawa. Memang ada dua orang saat ditemukan di laut itu tapi yang laki laki saya tidak kenal. Kalau yang ibu saya itu cuma tangannya saja yang terikat kakinya tidak," Desi.

(dra/tribun-medan.com)

Penulis: Indra Gunawan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved