Perkembangan Terbaru Pembunuhan Muhajir Sekeluarga, Polisi Pulangkan Syawal

Syawal sudah kita pulangkan namun kalau nantinya kita memerlukan keterangannya lagi dia akan kita panggil.

Perkembangan Terbaru Pembunuhan Muhajir Sekeluarga, Polisi Pulangkan Syawal
TRIBUN MEDAN/HO
Muhajir semasa hidup saat foto bersama anaknya. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Indra Gunawan Sipahutar

TRIBUN-MEDAN.com, LUBUKPAKAM- Pihak kepolisian sudah memastikan bahwasanya jasad pria bernama Yusri (43) yang ditemukan bersamaan dengan jasad Suniati (50) korban penculikan dan pembunuhan sekeluarga di Tanjung Morawa tidak ada hubungannya dengan kasus tersebut.

Yusri yang merupakan warga Desa Pekan Tanjung Beringin Kecamatan Tanjung Beringin Kabupaten Serdang Bedagai merupakan seorang nelayan biasa. Kasat Reskrim Polres Deliserdang, AKP Bayu Putra Samara mengatakan kalau pihaknya menduga kalau Yusri merupakan nelayan yang kapalnya karam.

"Enggak ada hubungannya sama kasus ini. Ya diduga dia hanya tenggelam. Memang benar penemuan jasad keduanya bersamaan di laut itu dan ditemukan oleh nelayan tapi enggak ada hubungannya. Kita masih dalami (mengapa dibuang ke laut Batubara)," ujar Bayu Jumat, (19/10/2018).

Ia menyebut kalau saat ini pihaknya masih terus melakukan pendalaman atas setiap keterangan yang diucapkan oleh tersangka D yang berperan turut membantu otak pelaku tersangka A dan R dalam melakukan kejahatan ini. Diakui kalau keterangan D masih berubah-ubah ketika ditanyai.

Satu hari sebelumnya pihak kepolisian sempat mencurigai dan melakukan pemeriksaan insentif terhadap sepupu tersangka A, Syawal yang posisi rumahnya berada di depan rumah korban namun karena belum ada cukup bukti yang bersangkutan pun diperbolehkan pulang. Rumah Syawal ini pun sudah satu hari sebelumnya sempat digeledah dan dimasuki tim Labfor Cabang Medan.

"Syawal sudah kita pulangkan namun kalau nantinya kita memerlukan keterangannya lagi dia akan kita panggil. Sama seperti istri tersangka A sudah kita periksa namun sudah kita pulangkan juga. Terhitung saat ini sudah ada 21 orang saksi lah yang kita periksa dalam kasus ini,"kata Bayu.

Sudah beberapa hari ini pihak Polres pun sudah mengamankan mobil Toyota Agya bewarna hitam BK 1565 AG yang dijadikan kendaraan untuk membuang ketiga korban ke sungai dan ke laut. Diketahui kalau mobil ini ternyata mobil sewaan yang sengaja di sewa oleh tersangka A dari kenalannya untuk membawa ketiga korban yakni Muhajir, Suniati dan anaknya M Solihin dari dalam rumah.

"Kalau di dalam mobil kita cari enggak ada bercak darah. Pemilik mobil statusnya hanya saksi karena di sewa sama tersangka A. Tapi saat itu yang mengambil dan mengantar mobil bukan si A karena dia ini bisa memerintahkan temannya. Ini masih terus kita dalami," kata Bayu.

Bayu menyebut kalau hasil otopsi terhadap Muhajir sudah mereka terima dari rumah sakit Bhayangkara Medan. Dari hasil otopsi itu disimpulkan bahwasanya saat dibuang ke sungai Blumai yang bersangkutan masih dalam keadaan hidup. Saat ini pihaknya pun masih menunggu hasil otopsi terhadap anaknya M Solihin dan Suniati.

"Dua tersangka lagi A dan R masih terus kita kejar sekarang ini. Doakan lah kita supaya dapat menangkapnya. Nanti kalau sudah ada perkembangannya akan kita beritahukan sama teman-teman wartawan,"katanya.

(dra/tribun-medan.com)

Penulis: Indra Gunawan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved