3 Bocah Samosir Pengidap HIV Dilarang Sekolah, Terancam Diusir Masyarakat ke Luar Kabupaten

Wakil Bupati Samosir Juang Sinaga bahkan menyerukan agar ketiga anak tersebut dipindahkan dari desa membuka hutan bagi tempat tinggal ketiganya.

3 Bocah Samosir Pengidap HIV Dilarang Sekolah, Terancam Diusir Masyarakat ke Luar Kabupaten
Ilustrasi anak sekolah. 

TRIBUN-MEDAN.com, SAMOSIR-Tiga orang anak pengidap HIV di Desa Nainggolan, Kabupaten Samosir, dilarang bersekolah karena masyarakat takut akan tertular penyakit serupa. Ketiganya juga terancam diusir dari Kabupaten Samosir.

Seperti dilansir dari VOA Indonesia, tiga anak pengidap Human Immunodeficiency Virus (HIV) dilarang untuk mendapatkan hak pendidikan di PAUD Welipa dan Sekolah Dasar Negeri SDN-2 Nainggolan, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara.

Ketiga anak yatim piatu yang berusia di bawah 12 tahun itu bahkan terancam diusir dari Kabupaten Samosir, karena masyarakat di mana ketiganya tinggal yakni di Desa Nainggolan tidak mau ketiga anak itu bersekolah di tempat yang sama dengan anak-anak lain.

Sekretaris Eksekutif Komite AIDS Huria Kristen Batak Protestan (HKBP), Berlina Sibagariang, mengatakan kepada VOA, masyarakat di Desa Nainggolan khawatir anak-anak mereka tertular penyakit HIV yang diidap ketiga anak tersebut. Walhasil masyarakat meminta ketiganya agar ketiganya dikeluarkan dari sekolah.

Baca: Gubernur Irwandi Gagal Nikahi Model Cantik Steffy Burase, Keburu Kena OTT KPK

Baca: Terungkap Pilihan Hotman Paris di Pilpres 2019 Hingga Pesta Ultah 7 Hari 7 Malam di Bali

"Masyarakat berharap anak-anak tidak di situ. Karena ketiganya tidak berasal dari situ, dan juga masyarakat takut akan menularkan ke anak-anak mereka. Kita ingin adik-adik kita itu memperoleh haknya. Mereka anak-anak yang punya hak untuk sekolah dan mendapatkan pendidikan," kata Berlina, Minggu (21/10/2018).

Ditambahkannya, pihaknya juga mendapat ultimatum dari masyarakat bahwa ketiga anak itu harus meninggalkan Kabupaten Samosir selambat-lambatnya pada 25 Oktober 2018.

Komite AIDS HKBP saat ini masih melakukan mediasi dengan pemerintah dan masyarakat agar hal itu tidak terjadi.

"Ada surat yang datang sama kita. Ya kalau kami menanggapinya itu kurang pas sama mereka. Alasan mereka menolak anak-anak karena kita juga belum dapat izin dari pemerintah. Padahal itu kan punya HKBP dan mereka berhak tinggal di sana. Karena itu rumah HKBP," ungkapnya.

Baca: Bandar Ekstasi Hello Kitty Divonis Hukuman Mati, Gambaran Mimik Wajahnya Seperti Ini!

Ketiga Anak DIsarankan Jalani “Home-Schooling”

Mediasi juga telah dilakukan pihak Komite AIDS HKBP, dengan PAUD Welipa, Komite Sekolah SDN-2 Nainggolan, masyarakat Desa Nainggolan, dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Samosir.

Halaman
123
Editor: Liston Damanik
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved