Kasus Siswa Terjangkit HIV di Samosir, Begini Penjelasan dari Dinas Kesehatan Sumut

Yanda menjelaskan bahwa angka kematian akibat HIV saat ini sudah sangat sedikit. Para pasien meminum obat antiretroviral (ARV).

Kasus Siswa Terjangkit HIV di Samosir, Begini Penjelasan dari Dinas Kesehatan Sumut
Ilustrasi anak sekolah. 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Chandra Simarmata

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara mengungkapkan data akumulasi bahwa saat ini kurang lebih 15 ribuan orang di Sumut positif terjangkit HIV/AIDS.

Hal ini dikatakan oleh Dr. Yanda Ardanta, M.Kes selaku Pengelola Program HIV/AIDS di bawah seksi Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan Provinsi Sumut.

"Akumulasi itu mulai dari HIV ditemukan di Sumut itu terakumulasi terus sampai sekarang. Karena HIV ini orangnya tetap sama. Jadi data penderita HIV yang masih ada dan masih hidup di Sumut termasuk dengan angka kematiannya itu totalnya hampir 15 ribu orang," ujarnya kepada Tribun Medan, Selasa malam (23/10/2018).

Yanda menjelaskan bahwa angka kematian akibat HIV saat ini sudah sangat sedikit. Hal ini kata Yanda, para pasien penderita HIV Aids sudah meminum obat antiretroviral (ARV) secara teratur.

"Tahun 2017 itu angka kematian HIV/AIDS itu sudah 1,1% pasien," imbuhnya.

Terkait dengan usia para penderita HIV/AIDS di Sumut, Yanda mengatakan, rentang usia 15-24 serta 25-40 tahun merupakan usia terbanyak yang terjangkit HIV/AIDS. Sementara itu terkait penderita dengan usia 15 tahun ke bawah, kata Yanda jumlahnya tidak begitu banyak meski masih ada.

"Kalau kita pilah berdasarkan usia, yang terbanyak positif itu di usia 15-24 tahun dan usia 25-40 tahun. Sementara usia di bawah tahun masih ada tapi tidak begitu banyak," terangnya.

Namun Yanda juga menambahkan bahwa data usia yang dimiliki Dinkes tersebut merupakan data yang saat ini sudah masuk ke mereka, sedangkan menurut Yanda yang jadi masalah masih ada masyarakat yang kadang tidak melaporkan data terkait kasus positif HIV.

"Hiv ini fenomenanya gunung es. Nampak tiga belum tentu mengartikan tiga. Kalau menurut WHO, 1 orang positif itu 10 orang disekitarnya pasti positif. Jadi kalau kita dapat tiga kemungkinan besar disekitarnya ada 30 orang positif. Tapi tidak terekspos," terangnya.

Halaman
123
Penulis: Chandra Simarmata
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved