Total 4.371 Pelamar CPNS, Formasi Tenaga Pengajar Jadi Favorit di Kabupaten Karo

Penerimaan CPNS 2018, Pemerintah Kabupaten Karo menyediakan kuota sebanyak 351 tenaga kerja

Total 4.371 Pelamar CPNS, Formasi Tenaga Pengajar Jadi Favorit di Kabupaten Karo
Beberapa orang pendaftar CPNS menyerahkan kelengkapan berkas yang kurang di ruang BKD Pemkab Karo, Jalan Jamin Ginting, Kabanjahe, beberapa waktu lalu. 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Muhammad Nasrul

TRIBUN-MEDAN.COM, KABANJAHE - Dalam masa penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2018, Pemerintah Kabupaten Karo menyediakan kuota sebanyak 351 tenaga kerja.

Di mana jumlah tersebut akan ditempatkan di tiga formasi, yaitu tenaga pengajar (guru), kesehatan, lembaga teknis.

Diketahui, jumlah yang mengikuti seleksi CPNS Kabupaten Karo kali ini, sebanyak 4371 pelamar. Dari seluruhnya, ternyata formasi guru masih menjadi favorit para pelamar.

Tercatat, 3328 di antaranya mendaftarkan diri sebagai calon tenaga pengajar.

"Kalau dari formasi yang terfavorit sampai saat ini memang tenaga pengajar (guru). Karena kita juga menyediakan kuota yang cukup banyak," ujar Sekretaris Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Karo Teo Tarigan, Selasa (23/10/2018).

Menurut informasi, usai dilakukan verifikasi berkas tahap awal pada Sabtu (20/10/2018) kemarin, tim seleksi CPNS Kabupaten Karo menyatakan sebanyak 4208 pelamar yang memenuhi syarat. Dan untuk tenaga pengajar, tercatat 3053 yang dinyatakan lulus tahap awal.

Jika tenaga pengajar menjadi favorit utama para pelamar, tercatat formasi tenaga teknis menempati peringkat kedua yang diminati. Dengan angka pelamar sebanyak 980 orang, dan yang lulus berkas tahap awal sejumlah 772 orang. Sedangkan bagian kesehatan, diminati oleh 421 orang, dengan angka kelulusan berkas awal 378 peserta.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karo Drs. Kamperas Terkelin Purba M.Si, dari seluruh pelamar yang dinyatakan lulus, akan mengikuti proses seleksi menggunakan sistem komputer. Dirinya menyebutkan, berdasarkan surat edaran dari BKN, tes tahap kedua akan dilaksanakan pada tanggal 26 Oktober - 17 November 2018.

Namun, untuk kepastian pelaksanaan ujian tahap kedua tersebut, pihaknya belum dapat mengumumkan ke peserta. Karna jadwal yang ada, masih bersifat tentatif (belum dapat dipastikan).

"Kalau untuk tempat dan waktunya kita belum tau, ini juga bapak Kepala BKD sedang mengikuti rapat di BKN regional VI bersama BKD provinsi dan BKD lain di seluruh kabupaten/kota," katanya.

Dirinya mengungkapkan, bagi peserta yang tidak lulus tahap awal, rata-rata terkendala masalah administrasi. Seperti penyerahan berkas yang tidak tepat waktu, kurang lengkap, dan persyaratan tidak sesuai dengan posisi yang ditujukan.

Pria yang juga diutus sebagai Ketua Tim Seleksi CPNS wilayah Karo itu menyebutkan, jika seleksi tahap kedua dilakukan di daerah, akan memakan waktu yang cukup lama. Terlebih, tak semua daerah memiliki fasilitas dan kondisi yang sama.

"Kemarin banyak daerah yang menyarankan tes dilakukan di provinsi saja, karena seperti di sini paling pakai komputer dari sekolah-sekolah. Itupun harus izin lagi ke dinas pendidikan provinsi, jadi nanti perizinannya ditakutkan akan ribet," pungkasnya.

(cr4/tribun-medan.com) 

Penulis: Muhammad Nasrul
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved