Aksi Bela Tauhid di Depan Kantor NU Berlangsung Ricuh

Kericuhan terjadi antara massa dengan petugas kepolisian yang melakukan pengamanan.

Aksi Bela Tauhid di Depan Kantor NU Berlangsung Ricuh
TRIBUN MEDAN/INDRA GUNAWAN
Polisi mencoba menghalangi massa yang ingin masuk ke badan Jalan Lintas Sumatera 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Indra Gunawan Sipahutar

TRIBUN-MEDAN.com,LUBUKPAKAM- Aksi bela Tauhid yang dilakukan oleh ratusan umat Islam di depan kantor Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Deliserdang yang berada di pinggir Jalan Lintas Sumatera Desa Pardamean Kecamatan Tanjung Morawa berlangsung ricuh Jum,at, (26/10).

Kericuhan terjadi antara massa dengan petugas kepolisian yang melakukan pengamanan.

Hal ini bisa terjadi lantaran koordinator aksi, Akhiruddin LC sempat menyebutkan dan mengancam akan melakukan aksi pemblokiran Jalinsum.

Pada saat melakukan aksi di Mapolres dan Kantor Bupati Deliserdang aksi berlangsung dengan tertib dan damai. Setelah dari kantor Bupati massa pun bergerak menuju kantor NU dan dilakukan usai pelaksanaan ibadah sholat Ashar. Aksi sudah tampak mulai memanas begitu massa tepat berada di depan kantor NU pertama kali.

Ketika itu rombongan massa yang mengendarai mobil dan sepeda motor terus digiring dan diarahkan polisi sampai sejauh 50 meter dari depan kantor NU. Merasa pemberitahuan untuk melakukan aksi sudah mereka beritahukan kepada pihak kepolisian saat itu massa pun mulai marah. Mereka pun meminta mundur kembali dan ingin melakukan orasi tepat di depan kantor NU.

Kapolres Deliserdang, AKBP Eddy Suryantha Tarigan pun sempat menegosiasi agar hal itu tidak dilakukan. Mengingat karena sempitnya lokasi akan membuat arus lalulintas di Jalinsum menjadi terganggu. Karena massa saat itu terus bersikeras keputusan untuk balik arah pun dikabulkan.

Kericuhan baru terjadi sekitar 30 menit kemudian. Setelah satu persatu koordinator aksi berorasi secara bergantian mereka pun meminta agar pihak NU mendatangi mereka.

Pada saat itu Akhiruddin LC sempat menyebut apabila dalam waktu tiga menit tidak juga ada pengurus NU yang menemui mereka maka mereka akan melakukan pemblokiran jalan. Ia berpendapat tidak semestinya pengurus NU berada di dalam kantor saja karena disebutkannya massa juga adalah saudara sesama.

Mendengar hal itu, AKBP Eddy Suryantha yang awalnya berada di pinggir jalan langsung menyebrang jalan dan mendekati Akhiruddin LC yang berada di mobil pick up tempat alat pengeras suara. Tidak lama kemudian anggotanya pun langsung mendorong massa yang sudah mau melangkah menuju ketengah Jalinsum.

Halaman
12
Penulis: Indra Gunawan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved