Warga Takut Minum dan Mandi di Sungai Maranti, Ihan Batak Mati Mendadak Diduga karena Keracunan

Warga masih berada di kawasan camp sampai menunggu anggota kepolisian dari Polsek Sidamanik dan Polres Simalungun turun ke lokasi.

Warga Takut Minum dan Mandi di Sungai Maranti, Ihan Batak Mati Mendadak Diduga karena Keracunan
HO/Lembaga Adat Sihaporas
Ikan-ikan endemik seperti ihan Batak atau curong/semah (Latin: Neolissochilus thienemanni), ikan pora-pora, kepiting bahkan katak ditemukan bermatian di Sungai Maranti, Sihaporas, Kecamatan Pematang Sidamanik, Kabupaten Simalungun diduga kena racun dari aktivitas pekerja PT Toba Pulp Lestari, Kamis (25/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Arjuna Bakkara
 

TRIBUN-MEDAN.COM – Warga Nagori (Desa) Sihaporas, Kecamatan Pematang Sidamanik, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara sedang dilanda kecemasan. Mereka pun mengepung camp pekerja PT TPL di kawasan Maranti, hulu sungai yang menjadi sumber air minum, mandi dan mencuci bagi warga oleh karena diduga beracun.

Hingga Jumat (26/10/2018) sekitar pukul 18.15 WIB, warga masih berada di kawasan camp sampai menunggu anggota kepolisian dari Polsek Sidamanik dan Polres Simalungun turun ke lokasi.

“Kami sudah melaporkan ke Polres Simalungun, siang tadi, atas adanya dugaan meracuni air sungai. Kami pun membawa ikan-ikan mati ke Polres,” ujar Jonni Ambarita, warga Sihaporas dihubungi Tribun-Medan.com.

Menurut dia, warga kini takut menggunakan sungai besar Sidogor-dogor yang muaranya di Maranti karena khawatir terpapar zat beracun setelah ditemukan ratusan ikan air tawar seperti jenis ihan Batak (Latin: Neolissochilus thienemanni), ikan pora-pora, kepiting adalah jenis ikan hidup di air tawar. 

Ikan-ikan endemik seperti ihan Batak atau curong/semah (Latin: Neolissochilus thienemanni), ikan pora-pora, kepiting bahkan katak ditemukan bermatian di Sungai Maranti, Sihaporas, Kecamatan Pematang Sidamanik, Kabupaten Simalungun diduga kena racun dari aktivitas pekerja PT Toba Pulp Lestari, Kamis (25/10/2018).
Ikan-ikan endemik seperti ihan Batak atau curong/semah (Latin: Neolissochilus thienemanni), ikan pora-pora, kepiting bahkan katak ditemukan bermatian di Sungai Maranti, Sihaporas, Kecamatan Pematang Sidamanik, Kabupaten Simalungun diduga kena racun dari aktivitas pekerja PT Toba Pulp Lestari, Kamis (25/10/2018). (HO/Lembaga Adat Sihaporas)

Menurut Jonni, warga meminta polisi cepat bertindak.

“Kami dan Lembaga Adat Lamtoras Sihaproas telah menelusuri sungai. Ternyata di atas, di hulu, ada camp pekerja yang diduga meracun ikan. Warga menemukan barang bukti ikan dan kepiting di camp ersebut. Sampai sore ini, warga masih bertahan di lokasi camp, sampai polisi datang,” ujar Jonni.

“Saat melapor tadi siang, sudah kubilang sama Polres bahwa, massa tidak bisa saya kendalikan apabila ini tidak segera ditangani  karena warga telah menemukan tanda-tanda bahwa yang berkamp di sana pelaku. Oleh sebab itu harus segera dikendalikan... Jangan salahkan warga nantinya kalau polisi tidak bertindak segera ke TKP itu kami bilang tadi,” ujar Jonni, pengurus Lembaga Adat Keturunan Ompu Maontang Laut Ambarita Sihaporas (Lamtoras). 
 

Ikan-ikan endemik seperti ihan Batak atau curong/semah (Latin: Neolissochilus thienemanni), ikan pora-pora, kepiting bahkan katak ditemukan bermatian di Sungai Maranti, Sihaporas, Kecamatan Pematang Sidamanik, Kabupaten Simalungun diduga kena racun dari aktivitas pekerja PT Toba Pulp Lestari, Kamis (25/10/2018).
Ikan-ikan endemik seperti ihan Batak atau curong/semah (Latin: Neolissochilus thienemanni), ikan pora-pora, kepiting bahkan katak ditemukan bermatian di Sungai Maranti, Sihaporas, Kecamatan Pematang Sidamanik, Kabupaten Simalungun diduga kena racun dari aktivitas pekerja PT Toba Pulp Lestari, Kamis (25/10/2018). (HO/Lembaga Adat Sihaporas)

Donal Ambarita, warga Sihaporas yang merantau ke Jakarta namun kebetulan pulang ke Sihaproas untuk menghadiri pesta adat Patarias Debata Mulajadi Nabolon, menyebut, ikan-ikan mulai ditemukan mendadak mati sehari sebelumnya.

"Pertama sekali, saya temukan sekitar pukul 12.00 WIB. Saat itu, saya kebetulan main ke Maranti. Saya terkejut dan curiga berat, ada camp/kemah pekerja di kebun bahan baku kertas yang tidak jauh dari lokasi matinya ikan-ikan,"ujar Donald.
 

Racun insektisida diduga mematikan ikan-ikan endemik seperti ihan Batak atau curong/semah (Latin: Neolissochilus thienemanni), ikan pora-pora, kepiting bahkan katak di Sungai Maranti, Sihaporas, Kecamatan Pematang Sidamanik, Kabupaten Simalungun diduga kena racun dari aktivitas pekerja PT Toba Pulp Lestari, Kamis (25/10/2018).
Racun insektisida diduga mematikan ikan-ikan endemik seperti ihan Batak atau curong/semah (Latin: Neolissochilus thienemanni), ikan pora-pora, kepiting bahkan katak di Sungai Maranti, Sihaporas, Kecamatan Pematang Sidamanik, Kabupaten Simalungun diduga kena racun dari aktivitas pekerja PT Toba Pulp Lestari, Kamis (25/10/2018). (HO/Lembaga Adat Sihaporas)
Halaman
1234
Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved