Tiga Saksi Ketahui Orang Kepercayaan Pangonal Harahap Kerap Ambil Fee Proyek

Sidang lanjutan dugaan suap Effendi Syahputra kepada bupati non-aktif Labuhanbatu Pangonal Harahap kembali digelar

Tiga Saksi Ketahui Orang Kepercayaan Pangonal Harahap Kerap Ambil Fee Proyek
TRIBUN MEDAN/ALIJA MAGRIBI
Tiga Saksi dihadirkan KPK menerangkan sejumlah orang kepercayaan Pangonal Harahap mengambil uang fee proyek 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Alija Magribi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sidang lanjutan dugaan suap Effendi Syahputra kepada bupati non-aktif Labuhanbatu Pangonal Harahap kembali digelar di Pengadilan Negeri Medan pada Senin (29/10/18).

Pada sidang yang berlangsung pagi hari tersebut, Jaksa Penuntut Umum dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan tiga saksi terhadap dugaan korupsi Pangonal Harahap dari proyek yang dikerjakan Effendi Syahputra alias Asiong.

Tiga saksi yang hadir dalam sidang yakni Rahmayani selaku kasir Bank Sumut cabang Labuhanbatu, Hendra Syahputra selaku Kasi Pelayanan Bank Sumut cabang Labuhanbatu, dan seorang kontraktor Ali Andi alias Acua.

Kepada Majelis Hakim, dua karyawan bank Sumut yang hadir tersebut itu pun mengakui bahwa ada transaksi mengalir dari Effendi Syahputra. 

Kesaksian keduanya, uang-uang tersebut diambil oleh pihak Pangonal Harahap.

Sementara, Kontraktor Ali Andi alias Acua yang bersaksi terakhir mengaku sempat diminta oleh Effendi Syahputra untuk mengantarkan uang kepada Pangonal Harahap melalui orang kepercayaannya.

"Jam 4 sore saya ditelpon disuruh nitipkan uang ke Bupati, katanya itu untuk proyek yang diberikan," ungkap saksi Acua di hadapan Majelis Hakim Tipikor Medan diketuai Irwan Effendi di Ruang Cakra Utama Pengadilan Negeri (PN) Medan.

Acua menambahkan dirinya mengetahui kalau uang yang dititipkan sebagai perintah Pangonal Harahap atas fee proyek yang dikerjakan oleh perusahaan Effendi Syahputra. Pemberian uang tersebut adalah balas jasa lantaran perusahaan Effendi Syahputra memenangi tender sejumlah proyek di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Labuhanbatu.

"Saya tahunya begitu pak hakim, uang itu uang fee proyek yang saya berikan," tandas Acua.

Halaman
12
Penulis: Alija Magribi
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved