Aniaya Istri hingga Luka Memar, Petani Ini Ditangkap Polisi

Diduga sebelumnya korban sudah sering menerima kekerasan dari suaminya. Lantaran tidak tahan lagi, ia melapor.

Aniaya Istri hingga Luka Memar, Petani Ini Ditangkap Polisi
TRIBUN MEDAN/HO
Megiken Ginting (34) alias Giok, seorang petani tersangka kasus kekerasan dalam rumah tangga, saat di Mapolsek Pancurbatu, Sabtu (27/10/2018). (TRIBUN MEDAN / HO) 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Dohu Lase

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Megiken Ginting (34) alias Giok, seorang petani warga Dusun III Pancurtelu, Desa Namoriam, Kecamatan Pancurbatu, terpaksa berurusan dengan polisi.

Ia dilaporkan oleh istrinya, Romaria Susanti br Hasugian (25), ke Polsek Pancurbatu lantaran memukuli istrinya secara brutal, Jumat (21/10/2018) lalu sekitar pukul 12.00 WIB.

Akibat kelakuan Giok, beberapa bagian tubuh Romaria mengalami luka memar.

Kapolsek Pancurbatu Kompol Faidir Chaniago melalui Kanit Reskrimnya Iptu Suhaily Hasibuan menuturkan, peristiwa itu terjadi di rumah keduanya di Dusun III Pancurtelu, Desa Namoriam, Kecamatan Pancurbatu.

Usai mengalami penganiayaan, Romaria langsung mendatangi SPKT Polsek Pancurbatu guna melaporkan kejadian tersebut.

"Diduga sebelumnya korban sudah sering menerima kekerasan dari suaminya. Lantaran tidak tahan lagi, ia melapor," tutur Suhaily.

Setelah melakukan penyelidikan, pada Sabtu (27/10/2018) sekitar pukul 18.30 WIB, polisi akhirnya meringkus Giok di Pasar Pancurbatu dan langsung memboyongnya ke mako.

Dari penangkapan Giok, sambung Suhaily, polisi menyita beberapa potong pakaian korban yang telah rusak.

Kini, Giok meringkuk di balik sel tahanan Mapolsek Pancurbatu. Ia terancam dijerat dengan Pasal 44 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga, dengan ancaman pidana maksimal lima tahun penjara.

(cr16/tribun-medan.com)

Penulis: Dohu Lase
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved