Seminar Kepemudaan, Remigo Ajak Generasi Milenial Asah Potensi Diri

Remigo yang tampil sebagai pembicara kedua mengupas peran generasi milenial dengan membuat beragam perbandingan tentang cara pandang.

Seminar Kepemudaan, Remigo Ajak Generasi Milenial Asah Potensi Diri
TRIBUN MEDAN/HO/Pemkab Pakpak Bharat
Bupati Pakpak Bharat, Remigo Yolando Berutu saat menjadi pembicara di seminar kepemudaan dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-90 yang dihadiri ratusan pemuda dan pelajar di Aula Balai Diklat Cikaok, Rabu (31/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Medan/ Mustaqim Indra Jaya

TRIBUN-MEDAN.com, SALAK - Bupati Pakpak Bharat, Remigo Yolando Berutu menjadi salah satu pembicara dalam seminar kepemudaan memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-90 di Aula Balai Diklat Cikaok, Rabu (31/10/2018).

Turut hadir dalam kegiatan seminar itu sebagai pembicara yaitu, Rektor Universitas Negeri Medan (Unimed) Prof Syawal Gultom dan motivator nasional, Irwan Wiseful Berutu.

Remigo yang tampil sebagai pembicara kedua mengupas peran generasi milenial dengan membuat beragam perbandingan tentang cara pandang dari berbagai lintas generasi.

"Generasi milenial sekarang dengan segala macam keunggulannya adalah generasi yang dinamis dan ini menjadi potensi luar biasa untuk menggali diri lebih berkembang lagi," kata Remigo dengan gaya santainya, Rabu.

Ia pun berpesan agar para pemuda untuk terus bermimpi menggapai cita-cita tanpa harus bergantung terhadap orang lain. Remigo mengajak generasi milenial untuk tidak menutup potensi yang dimiliki masing-masing individu

Apalagi, diera serba digital ini, membuat pemuda dan pelajar semakin banyak mendapat pilihan dalam mengembangkan kreatifitas yang bisa ditumbuhkembangkan.

"Dirimu yang harus memperjuangkan cita-citamu karena kamulah yang menentukan jalan hidupmu," tambahnya.

Sedangkan, Rektor Unimed, Prof Syawal Gultom yang tampil sebagai pembicara terakhir, mengupas mengenai masalah kepemudaan masa kini dalam perspektif pendidikan. Menurutnya generasi milenial merupakan generasi yang kreatif dan tangguh dalam menghadapi setiap tantangan.

Ia pun menyadari, di Indonesia banyak institusi pendidikan yang hanya dapat menghasilkan tenaga pengajar, bukan sebagai tenaga pendidik.

Halaman
12
Penulis: Mustaqim Indra Jaya
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved