Besaran Upah Buruh Deliserdang akan Ditentukan Pekan Depan

Rapat penentuan besaran Upah Minimum Kabupaten (UMK) Deliserdang tahun 2019 pada pekan depan.

Besaran Upah Buruh Deliserdang akan Ditentukan Pekan Depan
Tribun Medan/Indra Gunawan
Ketua Dewan Pengupahan Deliserdang, Mustamar 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Indra Gunawan Sipahutar

TRIBUN-MEDAN.com,LUBUKPAKAM- Dewan Pengupahan Daerah (Depeda) Kabupaten Deliserdang menjadwalkan untuk pelaksanaan rapat penentuan besaran Upah Minimum Kabupaten (UMK) Deliserdang tahun 2019 pada pekan depan.

Ketua Depeda Deliserdang, Mustamar menyebut pelaksanaan rapat akan dilakukan Selasa, (6/11) sore pukul 14.00 WIB.

Pelaksanaannya dilakukan di kantor Dinas Ketenagakerjaan Deliserdang yang berada di komplek perkantoran Bupati di Lubukpakam.

"Undangan untuk rapat hari Selasa sudah kita kasih sama anggota Depeda. kita meminta kepada seluruh pengurus/anggota Depeda untuk hadir dalam rapat pertemuan tepat waktu tanpa diwakilkan. UMP kan sudah ditetapkan makanya kita juga harus cepat-cepat menentukan besarannya agar bisa direkomendasikan segera oleh Bupati ke Gubernur," ujar Mustamar, Jumat, (2/11/2018).

Kepala Bidang Perselisihan Hubungan Industrial (PHI) Dinas Ketenagakerjaan ini menyebut sesuai Peraturan Menteri Ketenagakerjaan bahwa batas deadline untuk penetapan UMK pada 21 November setiap tahunnya.

Maka dari itu sebelum waktu itu Bupati dianjurkan untuk segera mengusulkan ke Gubernur untuk dapat ditetapkan. Disebut setelah penetapan UMK kemudian akan dilanjutkan dengan pembahasan untuk penentuan besaran Upah Minimum Sektoral Kabupaten (UMSK).

"Ya kita lihat dulu lah nanti hari Selasa bagaimana, kita dengarlah dulu masing-masing pihak seperti apa pendapatnya. Dari tahun 2014 saya jadi Ketua Depeda, biasanya sesuai pengalaman untuk rapat pembahasan bisa sampai tiga kali kita lakukan karena alot. Ada yang minta ditunda dulu katanya makanya kadang jadi lama. Kalaua ada yang enggak sepakat sama besarannya ya bisa saja nanti dilakukan voting, lihat situasi lah," kata Mustamar.

Ia berharap agar dalam rapat nanti semuanya bisa bersikap dingin agar hasil yang didapat baik.

Dirinya pun belum dapat memastikan apakah nanti besaran kenaikan UMK sama hasilnya dengan UMP yang naiknya sesuai dengan PP 78 tahun 2015 tentang pengupahan yakni sebesar 8,03 persen.

Saat itu ia menjelaskan kalau Pemerintah tentu akan mengikuti dengan regulasi yang ada.

"Ya kan sesuai PP 78 itu kenaikan mengacu berdasarkan inflasi dan pertumbuhan ekonomi. Tapi nanti lah itu kita lihat dalam forum seperti apa," katanya.

(dra/tribun-medan.com)

Penulis: Indra Gunawan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved