Warga dan Lembaga Adat Lamtoras akan Tanami Lahan pada Kawasan Sumber Air yang Ditemukan Pestisida

kegiatan menanami tumbuhan alam akan dilaksanakan di sekitar lokasi ditemukannya botol-botol racun pestisida yang diduga menjadi penyebab matinya ikan

Warga dan Lembaga Adat Lamtoras akan Tanami Lahan pada Kawasan Sumber Air yang Ditemukan Pestisida
HO/Lembaga Adat Sihaporas
Ikan-ikan endemik seperti ihan Batak atau curong/semah (Latin: Neolissochilus thienemanni), ikan pora-pora, kepiting bahkan katak ditemukan bermatian di Sungai Maranti, Sihaporas, Kecamatan Pematang Sidamanik, Kabupaten Simalungun diduga kena racun dari aktivitas pekerja PT Toba Pulp Lestari, Kamis (25/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Arjuna Bakkara

TRIBUN-MEDAN.COM, SIHAPORAS - Warga dan pengurus lembaga masyarakat adat Lamtoras Sihaporas, Nagori/Desa Sihaporas, Kecamatan Pematang Sidamanik, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, khawatir tindakan meracuni sumber air minum dan sungai akan terulang.

Mencegah hal itu terjadi, kegiatan menanami tumbuhan alam akan dilaksanakan di sekitar lokasi ditemukannya botol-botol racun pestisida yang diduga menjadi penyebab matinya ratusan ekor ikan endemik di Sungai Maranti (kawasan) hulu usangai, dan Sungai Sidogor-dogor (kawasan dekat perkampungan, dan terdapat kolam).

"Besok Senin, kami berencana menanami tumbuhan alam yang terdapat di seputar kawasan Tanah Adat Sihaporas ke lokasi yang ditemukan racun-racun di kawasan umbul air minum warga Sihaporas, di kawasan Tiga Siholi-holi," ujar Wakil Ketua Lembaga Adat keturunan Ompu Mamontang Laut Ambarita Sihaporas (Lamtoras) Mangitua Ambarita saat rapat di Siha[oras, Minggu (4/11/2018) sore.

Alasan menanami tambuhan alam di areal kawasan umbul air, kata Ompu Morris Ambarita, sapaan Mangitua Ambarita, karena warga dan pemuka adat menghindari terulangnya pencemaran sumber air minum yang dialirkan ke rumah warga.

"Kami tidak mau ada langi kamp di lokasi umbul air, yang mungkin saja mereka buang air besar, mencuci dan mandu di sumber air warga. Selain itu, juga ditemukan botor-botol racun, dua minggu lalu," ujar Mangitua yang tinggal di kampung Lumban Ambarita, Nagori Sihaporas.

Ketua Lamtoras Judin Ambarita mengatakan sangat mendukung upaya lembaga adat dan masyarakat berinisiatif menami hutan alam di kawasan umbul air.

"Saya, selaku ketua Lamtoras, sangat mendukung, terutama ada upanya menanami tumbuhan di sekitar umbul, yang sudha tercemar. Sekali lagi saya sangat mendukung," ujar Ompu Sampe Ambarita, sapaan Judin Ambarita, warga kampung Sihaporas Aekbatu.

Sebelumnya diberitakan media massa, warga dan pengurus lembaga adat Lamtoras Sihaporas sempat takut menggunakan air dari Aek/Sungai Maranti dan sungai Sidogor-dogor, karena mendadak ditemukan ikan-ikan endemik mengambang mati di sungai, pada Kamis (25/10/2018).

Jumlah dan jenis ikan bermatian semakin banyak ditemukan pada Jumat 26 Oktober 2018. Misalnya ihan batak atau curong atau semah (air tawar seperti jenis ihan Batak (Latin: Neolissochilus thienemanni), ikan pora-pora, limbat (lele lokal) dan kepiting. Bahkan katak pun bermatian.

Halaman
12
Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved