Warga Sebut Pengerjaan Proyek Rehabilitasi Drainase di Berastagi Asal Jadi

Baru beberapa hari selesai diperbaiki, sudah banyak yang terlihat berlubang. Dan semen penutup kondisinya retak.

Warga Sebut Pengerjaan Proyek Rehabilitasi Drainase di Berastagi Asal Jadi
TRIBUN MEDAN/M NASRUL
Kondisi proyek drainase di Jalan Udara, Berastagi, yang diduga dikerjakan asal jadi 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Muhammad Nasrul

TRIBUN-MEDAN.COM, BERASTAGI - Proyek pengerjaan rehabilitasi saluran drainase Gundaling II, yang berasa di Jalan Udara, Kecamatan Berastagi, menjadi perhatian warga setempat.

Pasalnya, proyek usulan dari Dinas Sumber Daya Air Propinsi Sumatra Utara itu diduga dikerjakan secara asal jadi.

Seorang warga sekitar Hutabarat, menyebutkan pengerjaan saluran air tersebut terkesan setengah-setengah. Karena baru beberapa hari selesai diperbaiki, sudah banyak yang terlihat berlubang. Dan semen penutup juga terlihat sudah dalam kondisi retak.

"Parah kali ini proyeknya, masa baru siap sudah banyak yang pecah-pecah semennya. Takutnya nanti bukan malah makin bagus pula ini," ujar Hutabarat, Minggu (4/11/2018).

Melihat kondisi tersebut, dirinya mengatakan proyek yang menelan anggaran dana hampir satu milyar rupiah ini perlu dipertanyakan. Dari hasil pengerjaan yang dirasa tidak benar itu, dirinya juga menduga campuran bahan untuk membangun parit beton itu tidak pas.

"Nampak kali campuran pasirnya lebih banyak dari semen. Kalau seperti ini dipastikan tak akan bertahan lama, karena ini juga kayanya tidak menggunakan bestek yang benar," katanya.

Seorang pekerja yang tidak ingin disebutkan namanya, mengaku tidak tau mengenai proyek tersebut. Dirinya juga tidak mengetahui apakah proyek tersebut merupakan rehabilitasi atau proyek baru.

"Kami ini hanya disuruh kerja, kami tidak tahu ini proyek apa dan siapa yang punya," ucap pria berbaju hitam itu.

Seorang tokoh masyarakat Karo Roy Ginting, mengungkapkan keadaan serupa ternyata juga terjadi di beberapa wilayah lainnya. Untuk itu, dirinya meminta pihak terkait untuk terus memantau proyek-proyek seperti ini.

"Ini kan pembangunannya pakai uang negara, makanya kita harus terus pantau jika memang pengerjaan tidak benar. Supaya fasilitas yang harusnya berguna bagi masyarakat malah tidak sesuai dengan fungsinya," pungkasnya.

(cr4/tribun-medan.com)

Penulis: Muhammad Nasrul
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved