Liputan Eksklusif

Bangunan Sekolah di Padangbolak Ini Mirip Kandang Ternak, Murid 3 Kelas Belajar Seruangan

Pemekaran Kabupaten Padanglawas Utara dari Tapanuli Selatan pada tahun 2007, sempat memunculkan harapan bagi warga desa.

Bangunan Sekolah di Padangbolak Ini Mirip Kandang Ternak, Murid 3 Kelas Belajar Seruangan
Tribun Medan/Nanda Fahriza Batubara
Sejumlah murid SD Pembantu Desa Sampuran, Padangbolak, Padanglawas Utara, Sumut, berpose di depan bangunan sekolah mereka yang rusak, Selasa (30/10/2018). Murid-murid SD ini, dari kelas satu hingga kelas tiga, belajar di satu ruangan di balai desa. 

PADANGLAWAS UTARA, TRIBUN-Faiza Harahap kelihatan begitu riang. Bersama teman-temannya, bocah perempuan kelas terus mengembangkan senyum, lalu memamerkan gaya bak seorang model.

Kawan-kawannya, sesama murid kelas tiga SD Pembantu Desa Sampuran, Kecamatan Padangbolak, Padanglawas Utara, juga begitu. Masing-masing mereka, seakan-akan berlomba menunjukkan gaya terbaik di depan kamera.

Hari belum beranjak menuju siang. Sekitar pukul 10 saat Tribun Medan/daring www.tribun- medan.com datang dan mendapati murid-murid sekolah ini tengah bermain-main usai mendapatkan pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dari Amirullah, satu-satunya guru yang berstatus honorer.

Amirullah merupakan guru komite. Dia bergaji Rp 300 ribu per bulan.

"Tadi belajar IPA. Ini mau belajar lagi. Senanglah kita di sini," kata Faiza dengan nada bicara girang. Dia lalu masuk ke "kelasnya" di Balai Desa Sampuran.

Faiza, juga kawan-kawannya, agaknya memang senang-senang saja pada kondisi sekolah mereka. Padahal, yang disebut sekolah ini sesungguhnya hanya satu ruang di kantor desa.

Tidak ada sekat, hanya tiga papan tulis berukuran sedang dan beberapa bangku untuk murid-murid kelas satu sampai kelas tiga. Mereka semua diajar oleh Amarullah. Seringkali satu pelajaran tunggal untuk seluruh murid.

Kondisi ini sudah berlangsung lama. Sebelum dipindahkan ke ruang balai desa, anak-anak Desa Sampuran bersekolah di gedung nonpermanen yang didirikan secara swadaya oleh warga pada tahun 1995. Letaknya persis bersisian dengan gedung balai desa.

Kondisinya sangat memprihatinkan. Berlantai tanah dengan atap seng yang sebagian besar sudah copot. Seng-seng yang masih ada seluruhnya usang dan berkarat. Beberapa bagian bangunan nyaris roboh. Sekilas pintas, bangunan ini lebih mirip kandang ternak.

Pemekaran Kabupaten Padanglawas Utara dari Tapanuli Selatan pada tahun 2007, sempat memunculkan harapan bagi warga desa. Namun harapan, setidaknya sampai sejauh ini, belum terwujud.

Halaman
1234
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved