Pengungsi Relokasi Huntara Nangbelawan Dua Tuntut Akses Jalan Pintas

Akses jalan yang di maksud langsung tembus ke Jalan Lintas Kabanjahe-Kotacane, melalui kawasan perladangan Desa Kandibata dan Desa Kacaribu.

Pengungsi Relokasi Huntara Nangbelawan Dua Tuntut Akses Jalan Pintas
TRIBUN MEDAN/M NASRUL
Lokasi relokasi tahap dua, di Desa Nangbelawan, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo. 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Muhammad Nasrul

TRIBUN-MEDAN.COM, SIMPANGEMPAT - Ratusan korban erupsi Gunung Sinabung yang akan menempati kawasan relokasi mandiri tahap II, di Desa Nangbelawan, Kecamatan Simpang Empat, meminta kepada Pemkab Karo untuk menyediakan jalan pintas menuju desa tersebut.

Di mana, akses jalan yang di maksud langsung tembus ke Jalan Lintas Kabanjahe-Kotacane, melalui kawasan perladangan Desa Kandibata dan Desa Kacaribu.

Kepala Desa Berastepu Gemuk Sitepu, mengungkapkan usulan tersebut merupakan bentuk antisipasi jika nantinya kawasan relokasi sudah seluruhnya diisi oleh pengungsi.

Diketahui, kawasan relokasi tersebut nantinya akan dihuni sekitar 343 kepala keluarga.

Untuk itu, dirinya mengatakan, dengan padatnya penduduk ditakutkan nantinya mengundang komplain dari warga Desa Nangbelawan, karena lalu lintas di daerah tersebut semakin padat.

"Yang menjadi pertimbangan kita, ruas jalan yang ada nantinya tidak sebanding dengan banyaknya penduduk yang ada di sini, pasti semakin padat. Jadi dibutuhkan tambahan ruas yang lain, untuk memperlancar arus transportasi," ujar Gemuk, di lokasi Relokasi Nangbelawan dua, Senin (5/11/2018).

Dirinya menyebutkan, sebenarnya usulan pengadaan jalan pintas ini sudah pernah dicanangkan oleh Bupati Karo Terkelin Brahmana SH, dan pihak Pemkab lainnya. Namun, dirinya mengatakan hingga kini rencana tersebut belum tampak akan direalisasikan dalam waktu dekat.

Sebagai bentuk protes, para warga memaksa proses pembangunan fisik di kawasan tersebut dihentikan sementara.

"Jadi sebelum ada kepastian akses jalan yang kami minta, mulai hari ini kami mau pengerjaan yang ada dihentikan dulu. Biarpun sudah ada pengerjaan, tapi tidak ada plang yang menjelaskan proyek ini," katanya.

Pantauan www.tribun-medan.com, di lokasi relokasi memang terlihat sedang dalam proses pengerjaan sejumlah fasilitas umum. Seperti akses jalan dari Desa Nangbelawan dan di komplek relokasi, saluran pembuangan dari rumah-rumah, serta pengadaan sejumlah lampu jalan.

Setelah dilakukan proses musyawarah bersama rekanan proyek dengan disaksikan pihak kepolisian, pengerjaanpun terlihat terhenti. Hanya truk-truk pengangkut material yang terlihat mondar-mandir di kawasan tersebut.

(cr4/tribun-medan.com) 

Penulis: Muhammad Nasrul
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved