Usulan Kenaikan UMK Deliserdang Sudah Ditentukan, Buruh Walk Out

rapat Depeda pada hakikatnya adalah untuk mengusulkan besaran kenaikan ke Bupati untuk seterusnya direkomendasikan ke Gubernur

Usulan Kenaikan UMK Deliserdang Sudah Ditentukan, Buruh Walk Out
Tribun Medan/Indra
Buruh Deliserdang melakukan aksi unjuk rasa di kantor Bupati Deliserdang beberapa waktu lalu. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Indra Gunawan Sipahutar

TRIBUN-MEDAN.com,LUBUKPAKAM- Rapat pembahasan kenaikan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Deliserdang tahun 2019 oleh Dewan Pengupahan Daerah (Depeda) Kabupaten Deliserdang menyimpulkan bahwa kenaikannya mengikuti PP 78 tahun 2015 tentang Pengupahan yang dilaksanakan Selasa (6/11) sore diinformasikan berjalan alot.

Karena sesuai PP 78 besarannya pun hanya sebesar 8,03 persen sama seperti besaran kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) Sumut.

Kenaikan ini pun ditolak oleh aliansi dari serikat pekerja yang menjadi anggota Depeda. Anggota Depeda dari unsur serikat pekerja, Rian Sinaga menyebut kalau mereka sangat kecewa dengan pelaksanaan rapat yang dilakukan.

Ia berpendapat, rapat Depeda pada hakikatnya adalah untuk mengusulkan besaran kenaikan ke Bupati untuk seterusnya direkomendasikan ke Gubernur untuk ditetapkan. Karena hal itu ia dan aliansi buruh lainnya pun terpaksa walk out dari ruang rapat.

"Depeda ini mengusulkan sebenarnya tapi yang kemarin terjadi itu Depeda jadinya memutuskan. Maksud kamikan dari buruh ini Depeda usulkan dua pilihan di dalam rekomendasi. Awalnya buruh minta supaya kenaikan bisa diatas 10 persen atau minimal pas 10 persen kenaikannya dan Apindo tetap ngotot sesuai PP 78 dengan kenaikan 8,03 persen. Tapi rupanya dua pilihan itu dijadikan bahan untuk dilakukan voting sama Pemerintah untuk dipilih. Makanya saya yang pertama kali walk out dan kemudian diikuti sama yang lain," ujar Rian Sinaga, Rabu (7/11/2018)

Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Deliserdang ini mengatakan kalau pelaksanaan rapat pembahasan saat itu berjalan alot dan baru selesai pada pukul 18.00 WIB setelah dilaksanakan pukul 15.00 WIB. Ia mengatakan buruh meminta kenaikan upah sebesar 10 persen karena mempunyai dasar. Ia menyebut kalau FSPMI sendiri pada saat itu membawa hasil survei pasar mengenai harga-harga.

"Sempatnya saya bilang kalau memang Apindo tidak percaya sama survei kita silahkan saja turun ke lapangan. Kepada bapak Bupati kita meminta agar hasil rapat yang dibawa sama Depeda nanti dapat dikaji ulang lagi karena buruh tidak dapat menerima hasil keputusan rapat. Kami juga berharap agar kiranya bapak Bupati dapat bersedia menerima kami dalam waktu dekat ini. Persoalan UMK ini adalah bukan persoalan untuk satu orang tapi untuk nasib 1 juta orang karena jumlah pekerja di Deliserdang ada segitu," kata Rian.

(dra/tribun-medan.com)

Penulis: Indra Gunawan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved