Mayat Dalam Goni di Pantai Beting Burung Masih Misterius, Polisi Kesulitan Ungkap Identitas Korban

Penemuan mayat dalam goni masih misterius. Polisi kesulitan ungkap identitas korban

Mayat Dalam Goni di Pantai Beting Burung Masih Misterius, Polisi Kesulitan Ungkap Identitas Korban
Tribun Medan / M Andimaz Kahfi
Mayat pakai kaos Supreme yang ditemukan di pinggir pantai pada Sabtu (27/10/2018) lalu, diduga bukan WNI. 

SERGAI,TRIBUN-Kasus penemuan mayat dalam goni di Pantai Beting Burung, Dusun II, Desa Bagan Kuala, Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) masih ditangani Polres Sergai.

Namun, penyidik mengaku kesulitan mengungkap identitas korban.

Menurut Kasat Reskrim Polres Sergai, AKP Alexander Piliang, pihaknya sudah menyebarluaskan informasi penemuan mayat dalam goni ini ke masyarakat.

Baca: Warga Tanjung Mulia Digemparkan Temuan Mayat Bertubuh Gempal di Gudang Mobil

"Mayat bertato yang kami temukan masih belum teridentifikasi.

Dari hasil dari Identifikasi Portabel Sistem, datanya tidak muncul," kata Alex, Rabu (6/11).

Mantan Kanit Reskrim Polsek Medan Baru ini mengatakan, pihaknya juga belum bisa memastikan apakah jenazah merupakan warga negara asing (WNA) atau bukan.

"Mengenai hal itu (WNA atau bukan), kami tidak mau berandai-andai.

Yang pasti, pria tanpa identitas ini memiliki tatto bergambar kepala naga dan mengenakan baju merek Supreme," katanya.

Alex mengatakan, sejauh proses penyelidikan, belum ada warga yang melapor kehilangan anggota keluarganya.

Baca: Ada Bong di Saku Celana Mayat Pria yang Diduga Dibunuh di Lahan Garapan Lau Dendang

"Kemarin saya tanya ke RS Bhayangkara, mayat nya masih di situ.

Biasanya mayat Mr X langsung dikebumikan paling cepat empat hari setelah selesai pemeriksaan," ungkap mantan Kanit Reskrim Polsek Medan Timur ini.

Terpisah, Kasubdit III/Umum Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumut, AKBP Maringan Simanjuntak mengatakan kemungkinan mayat pria bertato ini diikat dan ditarik ke laut sebelum dihanyutkan.

"Ini masih analisis saya, karena mayat tersebut diikat tali sepanjang tujuh meter.

Nah, karena diikat tali, dan ditarik di laut makanya tidak ada bekas," ujarnya.

Ia mengatakan, polisi tidak bisa berandai-andai dalam menangani objek perkara. Katanya, penyelidikan harus didasari fakta.(akb)

Editor: Array A Argus
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved