Datangi Pemilih Pemula, KPUD Dairi Ajak Siswa SMA Nasional Sidikalang Tolak Money Politic

Veryanto mengatakan kedatangan mereka ke salah satu sekolah di Sidikalang itu untuk memberikan pendidikan politik kepada para pemilih pemula.

Datangi Pemilih Pemula, KPUD Dairi Ajak Siswa SMA Nasional Sidikalang Tolak Money Politic
TRIBUN MEDAN/MUSTAQIM INDRA JAYA
Komisioner KPUD Dairi, Veryanto Sitohang menyampaikan materi terhadap sejumlah siswa SMA Nasional Sidikalang pada Jumat (9/11/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Medan/ Mustaqim Indra Jaya

TRIBUN-MEDAN.com, SIDIKALANG - Demi mengajak para pemilih pemula berpartisipasi memberikan hak suaranya pada Pemilu 17 April 2019 mendatang, KPUD Dairi gencar melakukan sosialisasi diantaranya dengan mendatangi SMA Nasional, Jalan FL Tobing, Sidikalang pada Jumat (9/11/2018).

Dua komisioner KPUD Dairi, Veryanto Sitohang dan Jenny Ester Pandiangan yang hadir langsung ke sekolah tersebut, memberikan pemahaman kepada 60 orang siswa yang telah dan akan berusia 17 tahun tentang demokrasi, partai politik dan lainnya.

Komisioner KPUD Dairi Divisi Hukum, Veryanto mengatakan kedatangan mereka ke salah satu sekolah di Sidikalang itu untuk memberikan pendidikan politik kepada para pemilih pemula. Sebab Pemilu 2019 merupakan momen pertama sekali para siswa bisa menggunakan hak politik mereka sebagai warga negara.

"Kedatangan kami kemari untuk memberikan pendidikan politik yang benar kepada seluruh siswa dan siswi yang sudah berusia maupun akan berusia 17 tahun pada Pemilu nanti agar tidak golput," kata Veryanto.

Ia pun mengajarkan kepada para calon pemilih pemula itu supaya mengenali terlebih dahulu seluruh partai politik, rekam jejak para caleg serta presiden dan wakil presiden sebelum datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) ketika akan memberikan hak suara masing-masing.

"Kami minta kepada mereka tadi, supaya memilih bukan karena adanya intervensi maupun money politic. Kami mengajak supaya merekan kenali dulu siapa-siapa yang akan dipilih di tanggal 17 April 2019," sebutnya.

Para siswa pun mendapat pemahaman perihal ganjaran yang akan diperoleh bagi pelaku yang melegalkan money politic dalam Pemilu 2019. Menurutnya, hal tersebut penting disampaikan untuk merubah pola pikir masyarakat tentang Pemilu sejak dini.

"Setiap orang yang kedapatan terlibat money politic maka akan mendapat hukuman, tidak tanggung-tanggung berupa kurungan penjara," ungkapnya.

(ind/tribun-medan.com)

Penulis: Mustaqim Indra Jaya
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved