Presiden Jokowi Sebut Lawan Politik yang Menyebar Ketakutan dengan Sebutan Genderuwo

Politikus genderuwo yang dimaksud Presiden merupakan politikus yang kerap menyebarkan propaganda yang menakut-nakuti masyarakat.

Presiden Jokowi Sebut Lawan Politik yang Menyebar Ketakutan dengan Sebutan Genderuwo
Biro Setpres
Jokowi 

TRIBUN-MEDAN.com-Usai menyindir politikus yang tak beretika baik dengan sebutan sontoloyo, Presiden Joko Widodo (Jokowi) kali ini kembali menyindir politikus dengan sebutan genderuwo.

Politikus genderuwo yang dimaksud Presiden merupakan politikus yang kerap menyebarkan propaganda yang menakut-nakuti masyarakat.

Sebab, di tahun politik saat ini, kata Jokowi, banyak politikus yang pandai memengaruhi.

"Yang tidak pakai etika politik yang baik. Tidak pakai sopan santun politik yang baik. Coba kita lihat politik dengan propaganda menakutkan, membuat ketakutan, kekhawatiran," kata Presiden saat memberikan 3.000 sertifikat tanah di GOR Tri Sanja, Kabupaten Tegal, Jumat (9/11).

Tak hanya itu, setelah ditakut-takuti politikus itu kerap membuat sebuah ketidakpastian dan menggiring masyarakat yang tidak benar serta ragu-ragu.

"Cara-cara seperti ini adalah cara-cara politik yang tidak beretika. Masak masyarakatnya sendiri dibuat ketakutan? Enggak benar kan? itu sering saya sampaikan itu namanya politik gerenduwo, nakut-nakuti," tambah Presiden.

"Jangan sampai seperti itu. Masyarakat ini senang-senang saja kok ditakut-takuti. Iya tidak? Masyarakat senang-senang kok diberi propaganda ketakutan. Berbahaya sekali," lanjut dia.

Sehingga, ia menilai jangan sampai propaganda ketakutan menciptakan suasana ketidakpastian, menciptakan munculnya keragu-raguan.

Apalagi, ia menilai aset terbesar bangsa ini adalah persatuan, persaudaraan, kerukunan.

"Jangan sampai rugi besar kita ini, karena pas setiap lima tahun itu ada pilihan bupati, gubernur, wali kota ada terus. Jangan sampai (pecah) seperti itu," katanya.

Halaman
12
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved