Tiga Bulan Jadi Bandar Sabu, Gimanta Diciduk di Gubuk Perladangan

"Tersangka ini sudah lama jadi target kita, karena sudah masuk dalam kategori pengedar," ujar Silalahi.

Tiga Bulan Jadi Bandar Sabu, Gimanta Diciduk di Gubuk Perladangan
TRIBUN MEDAN/HO/Polres Karo
KBO Satres Narkoba Polres Tanah Karo Iptu S Silalahi (kiri), mengintrogasi pelaku penyalahgunaan narkoba Gimanta Ginting Manik (kanan), di ruang Satres Narkoba Polres Tanah Karo, Jalan Veteran, Kabanjahe, Jumat (9/11/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Muhammad Nasrul

TRIBUN-MEDAN.COM, KABANJAHE - Baru tiga bulan menjalankan bisnis haram sebagai bandar narkoba jenis sabu-sabu, Gimanta Ginting Manik terpaksa harus merasakan dinginnya berada di balik jeruji besi.

Pasalnya, warga Desa Merdeka, Kecamatan Merdeka tersebut berhasil diciduk personel Sat Narkoba Polres Tanah Karo, saat berada di sebuah gubuk di perladangan desanya dengan barang bukti sabu.

KBO Sat Narkoba Polres Tanah Karo Iptu S Silalahi, mengungkapkan Gimanta merupakan target operasi yang beberapa waktu terakhir diincar. Dan pihaknya berhasil mengamankan tersangka pada Selasa (6/11/2018).

"Tersangka ini sudah lama jadi target kita, karena sudah masuk dalam kategori pengedar," ujar Silalahi, Jumat (9/11/2018).

Silalahi menyebutkan, dari tangan tersangka berhasil ditemukan 14 paket sabu dengan berbagai ukuran. Selain paketan dengan berar brutto 9,20 gram, setelah dilakukan penggeledahan ternyata Gimanta juga menyimpan timbangan dan sedotan plastik yang diubah menjadi sekop.

Setelah dilakukan interogasi, ternyata tersangka menjalankan bisnisnya sendirian. Silalahi mengatakan, Gimanta mendapatkan barang haram tersebut dari Kota Medan, dan selalu datang untuk menjemput barang haram tersebut. Silalahi menambahkan, pihaknya akan terus melakukan pengembangan ke jajaran kepolisian di daerah yang dimaksud.

"Tersangka juga mengakui jika dirinya selalu belanja dan menjemput barang itu di Medan, dari seseorang dengan inisial A," katanya.

Atas perbuatannya itu, tersangka akan dikenakan pasal 114,112 undang-undang Narkotika no 35 Tahun 2009, dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

(cr4/tribun-medan.com)

Penulis: Satia
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved