Kasus Pembunuhan Meningkat, Psikolog Irna Minauli: Narkoba Bikin Kendali Emosi Menurun

DitKrimum Polda Sumut mencatat kasus pembunuhan di Sumut tergolong cukup tinggi.

Kasus Pembunuhan Meningkat, Psikolog Irna Minauli: Narkoba Bikin Kendali Emosi Menurun
Tribun Medan/Risky Cahyadi
Tersangka pembunuhan Muhajir sekeluarga, di RS Bhayangkara, Medan, Senin (22/10). Polisi berhasil menangkap tiga orang pelaku satu diantaranya tewas ditembak polisi, kasus pembunuhan satu keluarga yakni, Muhajir, Suniarti dan Solihin di Tanjung Morawa, Kabupaten Deliserdang. 

Laporan Wartawan Tribun Medan Sofyan Akbar

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - DitKrimum Polda Sumut mencatat kasus pembunuhan di Sumut tergolong cukup tinggi.

Berdasarkan data yang dimiliki kepolisian dari Januari sampai dengan Oktober 2018, jumlahnya mengalami peningkatan signifikan bila dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2017.

Menanggapi ini, Psikolog Irna Minauli mengatakan, meningkatnya kasus pembunuhan tampaknya menjadi trend di banyak tempat.

Menurutnya kondisi ini tentunya sangat mengkhawatirkan, karena dapat menimbulkan kecemasan dan perasaan tidak aman.

Direktur Minauli Consulting ini mengatakan, ada beberapa faktor yang menyebabkan pelaku sampai nekat membunuh korbannya. Yang pertama sebut dia, adalah faktor narkoba.

"Meningkatnya jumlah pecandu narkoba membuat banyak orang yang mengalami penurunan kemampuan dalam mengendalikan emosi. Akibatnya mereka menjadi impulsif, sehingga akan bereaksi negatif jika ada hal yang tidak menyenangkan. Bahkan bila mereka kehilangan kesabaran, lantas ingin menghabisi nyawa orang yang dianggap telah menghambat kesenangannya,"katanya, Sabtu (10/11/21018).

Irna menjelaskan, hal kedua yang menjadi faktor adalah over population (jumlah penduduk yang berlebih). Di mana, sambungnya, berdasarkan penelitian yang dilakukan pada sample hewan tikus, ternyata menunjukkan perilaku agresif yang lebih besar ketika berada dalam lingkungan yang padat.

"Demikian pula halnya dengan manusia. Ketika kita berada dalam lingkungan yang padat dan kumuh, maka kemungkinan terjadinya konflik akan semakin besar, sehingga dapat memicu pembunuhan,"jelasnya.

Begitupun, akunya, hubungan dalam keluarga juga bisa pemicu pelaku nekat membunuh. Irna menyebutkan, hal ini telah dibuktikan dengan keluarga yang dibesarkan melalui kekerasan, akan lebih berpeluang melakukan pembunuhan.

Halaman
12
Penulis: Sofyan Akbar
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved