Kena Tipu Panggilan Telepon Lalu Uang Rp 2 Juta Raib, Driver Ojek Online Ditertawai Pelaku

Tommy (20) terpaksa kehilangan uang tabungannya di bank setelah menerima telepon dari sosok orang misterius

Kena Tipu Panggilan Telepon Lalu Uang Rp 2 Juta Raib, Driver Ojek Online Ditertawai Pelaku
TRIBUN MEDAN / DOHU LASE
Tommy (20) mendengar penjelasan petugas SPKT saat akan melaporkan penipuan yang dialaminya di Mapolsek Medan Area, Sabtu (10/11/2018) sore. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Dohu Lase

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Tommy (20) terpaksa kehilangan uang tabungannya di bank setelah menerima telepon dari sosok orang misterius, Sabtu (10/11/2018). Bagai kerbau dicucuk hidungnya, pemuda warga Jalan Menteng VII, Kelurahan Medan Tenggara, Kecamatan Medan Denai, ini menuruti arahan dari orang misterius itu untuk memencet tombol-tombol di mesin ATM.

Alhasil, uang hasil jerih payahnya dari menarik ojek daring sebanyak Rp2 juta lebih raib. Diduga, Tommy menjadi korban hipnotis via telepon.

Ditemui di Mapolsek Medan Area, Tommy menceritakan telepon dari orang misterius ia terima saat sedang berkeliling mencari penumpang di sekitaran Jalan Garu, Medan, sekitar pukul 13.30 WIB. Orang misterius itu bersuara laki-laki mengaku dari PT Go-Jek.

"Aku disuruhnya mengisi saldo Go-Pay Rp700 ribu guna memperbaharui data driver dan aplikasi. Ketepatan saldo Go-Pay aku saat itu tinggal sekitar Rp200 ribu, jadinya aku percaya," ungkap Tommy.

Mahasiswa fakultas hukum salah satu perguruan tinggi swasta di Medan ini pun mengikuti arahan orang misterius untuk mendatangi mesin ATM dan mentransfer uang dari saldo tabungannya ke suatu rekening.

Sesudah itu, ia diminta untuk menyebutkan nomor rekening dan PIN-nya, dengan alasan untuk mempermudah proses pengunggahan aplikasi yang hendak diperbaharui. Tommy pun manut saja.

Begitu selesai, telepon langsung ditutup. Tommy belum curiga saat itu. 

Sebelum beranjak pergi dari mesin ATM, ia memeriksa saldo Go-Pay miliknya. Bukannya bertambah, saldo Tommy yang awalnya berjumlah sekitar Rp200 ribu menjadi tinggal Rp78 ribu.

Tommy lantas mengecek kembali saldo tabungannya di ATM. Ia lemas seketika begitu melihat saldonya sudah terkuras.

"Sebelumnya masih ada sekitar Rp2 juta lagi uang aku di dalam. Saat aku cek sebelum pulang, tinggal beberapa ribu rupiah lagi," ujar Tommy sedih.

Tommy sempat menghubungi orang misterius yang meneleponnya. Sialnya, sang orang misterius malah mengejek dan menertawakan dirinya.

"Malah ketawa-ketawa dia. Dibilangnya, 'mampus kau!'. Tambah kesal aku jadinya," ucap Tommy.

Tak terima, Tommy bersama tantenya mendatangi Mapolsek Medan Area untuk membuat laporan pengaduan. Namun, petugas SPKT menyarankan Tommy untuk melapor ke Polrestabes Medan.

"Karena masalahnya menyangkut aplikasi elektronik, abang melapor ke Polrestabes Medan saja. Di situ ada alatnya. Kita bukan tolak laporan abang, tetapi demi supaya bisa cepat ditindaklanjuti dan dilacak pelakunya," saran petugas. (cr16/tribun-medan.com)

Penulis: Dohu Lase
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved