Kepala BKN Sumut Akui Test SKD CPNS Sulit, Peserta Lolos Juga Jauh Dari Harapan

para peserta kesulitan mengisi jawaban pada soal ujian Sistem Kompetensi Dasar (SKD) pada Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018

Kepala BKN Sumut Akui Test SKD CPNS Sulit, Peserta Lolos Juga Jauh Dari Harapan
Serambi Indonesia
ILUSTRASI UJIAN CPNS 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Satia

TRIBUN MEDAN.COM, MEDAN - Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Regional VI Provinsi Sumatera Utara English Nainggolan menyampaikan, para peserta kesulitan mengisi jawaban pada soal ujian Sistem Kompetensi Dasar (SKD) pada Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018. 

Lantaran dari tiga tes yang diterapkan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negera dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) menurutnya sangat sulit.

"Kalau menurut mereka-mereka itu yang paling sulit adalah di TKP, untuk nilai di TKP itu 143 bagi para peserta minimal untuk bisa lulus pada tahap SKD. Jadi kalau menurut saya semua kompenen itu, bukan hanya TKP semuanya dikaji kembali. Karena memang benar-benar sulit dan nilainya juga sangat tinggi," kata dia melalui sambungan telepon genggam, Sabtu (11/11/2018).

Ada tiga passing grade yang ditetapkan yakni Tes Intelegensia Umum (TIU) 80 point, Tes Karakteristik Pribadi (TKP) 143 point, dan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) 75 point, sesi TKP paling banyak dikeluhkan peserta.

Sebelumya, Humas BKN Pusat Muhammad Ridwan menyampaikan kepada Tribun Medan, bahwa saat ini peserta yang lolos tahap SKD sangat minim dan jauh dari harapan.

English Nainggolan juga menyampaikan hal senada, kuota yang sudah ditetapkan oleh pemerintah pusat kepada daerah Sumatera Utara sangat minim dan jauh dari jumlah yang diharapakan.

"Kalau dilihat dari faktanya sangat minimalis sekali ya, kayaknya untuk memenuhi kuota yang ada itu, tidak terpenuhi dari jumlahnya bila memenuhi nilai passing grade," katanya.

Akan ada rencana pembahasan untuk bisa menurunkan nilai dari ketiga Test tersebut yang akan diajukan oleh Badan Kepegawaian Negara dengan Menpan-RB. English belum bisa menjawab pertanyaan tersebut, dikarenakan sudah ada panitia seleksi dari pusat yang memiliki gawean.

"Inikan ditentukan oleh panitia seleksi nasional ini, passing grade itu, dari menteri Menpan RB, beliau yang menerapkan nilainya," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Satia
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved