Lion Air Jatuh

Korban Pesawat Lion Air JT 610 Capt Muas Efendi Dimakamkan, Egin Nasution: Ayahku Pahlawanku

Di depan rumah ini, Egin Nasution menumpahkan pernyataannya. Menurutnya, ayahnya merupakan seorang pahlawan

Korban Pesawat Lion Air JT 610 Capt Muas Efendi Dimakamkan, Egin Nasution: Ayahku Pahlawanku
Tribun Medan / Azis Husein Hasibuan
Egin Nasution, anak bungsu Kapten Muas Efendi di pemakaman, Sabtu (10/11/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Azis Husein Hasibuan

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Egin Nasution, anak bungsu Kapten Muas menyebut ayahnya merupakan seorang pahlawan.  Kapten Muas Efendi merupakan salah satu korban kecelakaan pesawat Lion Air JT 610.

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut membawa jenasah Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas V Muntok Bangka Barat ini dari Bandara Kualanamu menuju rumah duka di Komplek Griya Bestari Permai, Medan, Sabtu (10/11/2018).

Setibanya di rumah duka, istri dan keenam anak Kapten Muas Efendi tak kuasa menahan tangis menyambutnya. Mulanya, jenasah Kapten Muas Efendi diletakkan di depan rumah duka sembari dilakukan penyerahan jenasah oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Laut.

Di depan rumah ini, Egin Nasution menumpahkan pernyataannya. Menurutnya, ayahnya merupakan seorang pahlawan.

"Bertepatan dikebumikan 10 November, ayahku pahlawanku," kata lelaki bertubuh kurus tinggi ini.
Menyebut ayahnya seorang pahlawan, karena jenasah Kapten Muas Efendi langsung dikebumikan bertepatan dengan Hari Pahlawan Nasional.

Capt Muas Effendi Terkenal Dermawan, Kerap jadi Donatur Setiap Acara

Alumni SMAN 2 Padangsidimpuan Berangkatkan Jenazah Capt Muas Effendi Nasution dari Jakarta

 Jenazah Korban Lion Air JT610, Capt Muas Effendi Nasution Tiba di Bandara Kualanamu

Bahri Terkejut Mendengar Kabar Pesawat yang Dinaiki Capt Muas Effendi Nasution Lost Contact

"Kami menerima jenasah ayahanda kami ini. Sekiranya, kalau ada perkataan dan prilaku dari ayah kami yang salah, mohon dimaafkan. Kami juga berterima kasih kepada Dirjen Perhubungan Laut yang sudah membawa jenasah ayah kami," ucap Egin sembari mengatakan akan menjadi imam saat mensalatkan ayahnya di Musala Nur Iman.

Capt Muas Effendi Nasution saat bersama istri tercinta Mardiana semasa hidup
Capt Muas Effendi Nasution saat bersama istri tercinta Mardiana semasa hidup (Tribun Medan / M Andimaz Kahfi)

 

Ratusan Berkas Murid Yayasan Perguruan Era Utama Terbakar, Api Diduga Berasal dari Korsleting

Operator SPBU Singapore Station Kenakan Busana Bertemakan Perjuangan Layani Pelanggan

 

Jenazah Capt Muas Effendi Nasution, salah satu korban pesawat Lion Air JT610 yang tiba di Medan.
Jenazah Capt Muas Effendi Nasution, salah satu korban pesawat Lion Air JT610 yang tiba di Medan. (TRIBUN MEDAN/Polsek Beringin)

Setelah disalatkan, tiba saatnya menjalankankan fardu kipayah yang keempat. Jenasah Kapten Muas Efendi dikebumikan tak jauh dari rumah duka. Rombongan istri, anak dan para kerabat turut menghadiri acara pemakaman.

Egin Nasution, anak bungsu Kapten Muas Efendi saat membawa foto ayahnya sebelum disalatkan, Sabtu (10/11/2018).
Egin Nasution, anak bungsu Kapten Muas Efendi saat membawa foto ayahnya sebelum disalatkan, Sabtu (10/11/2018). (Tribun Medan / Azis Husein Hasibuacn)

 

Buronan Rp 105 Miliar Sempat Hadiri Resepsi Pernikahan Anak Pejabat Deliserdang 

Mardiana Harahap, istri Kapten Muas Efendi hadir di pemakaman masih menggunakan mukena putih.

Ia terlihat termenung dan menengadahkan tangan mendoakan sang suami.

(ase/tribun-medan.com)

Penulis: Azis Husein Hasibuan
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved