Tampil Perdana, Taekwondoin Sumut Raih Empat Medali Kejurnas

Raihan fantastis berhasil diraih taekwondoin muda Sumut di ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) antar Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP)

Tampil Perdana, Taekwondoin Sumut Raih Empat Medali Kejurnas
Para atlet taekwondo Sumut yang meraih medali di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) antar Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) 2018 di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Raihan fantastis berhasil diraih taekwondoin muda Sumut di ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) antar Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) 2018 di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Sebanyak enam atlet pelajar Sumut berhasil membawa pulang 1 emas, 1 perak dan 2 perunggu di tahun perdananya mengikuti Kejurnas. Informasi yang dihimpun Tribun, para taekwondoin yang meraih medali emas adalah Bagus Ravai Yus (kelas 51 kg), lalu perak diraih Ricko Rifano (kelas 55k kg). Selanjutnya perunggu ditorehkan, Anggina (kelas 55 kg) dan Inggrit  Maria (kelas 52 kg).

Raihan ini terbilang fantastis pasalnya cabang olahraga Taekwondo baru berdiri pada pertengahan tahun 2017 di PPLP Sumut.

"Kita ada di PPLP itu bulan April 2017. Berarti masih baru berjalan satu setengah tahun. Dan ini merupakan Kejurnas PPLP yang pertama kita ikuti. Saya sangat bangga kepada para atlet karena bisa memenuhi target awal satu emas yang kita canangkan," ungkap Pelatih Tim Taekwondo PPLP Sumut, Basuki Nugroho di PPLP Sumut,  pekan lalu.

Kebanggan terbesar mantan peraih emas SEA Games 2011 ini adalah anak asuhnya dapat berjuang bersama dan mampu mengaplikasikan apa yang dilatih di atas matras.

"Dari awal saya sampaikan kepada mereka, kita berjuang sama-sama. Berusaha maksimal dan apa yang kalian dapatkan di latihan itu bisa di aplikasikan di pertandingan. Saya melihat kemampuan anak-anak baik secara fisik dan teknik tidak jauh berbeda dari atlet di Jawa," katanya.

Dikatakannya, kunci keberhasilan tim taekwondo Sumut ini ada pada kemajuan latihan para atlet yang cukup pesat.

"Progres latihan anak-anak sangat cepat. Saya sangat puas sekali. Saya pribadi, yang penting ada peningkatan secara fisik, teknik, dan kematangan mereka. Kemudian kalau dapat medali bagi saya itu hanya rezeki. Yang penting saya puas apa yang  sudah dilatih bisa diterapkan oleh mereka,” katanya

Terkhusus untuk Bagus Ravai yang berhasil menorehkan emas, Basuki optimis anak yang dilatihnya ini merupakan cikal bakal pengganti dirinya sebagai taekwondoin Sumut yang bisa menembus level nasional maupun internasional.

Baca: Atraksi Taekwondo Utipro Ready Club Meriahkan Peringatan Hari Sumpah Pemuda

"Untuk si Bagus ini memang dari awal target pribadi saya meraih emas. Karena waktu Popnas 2017 di Semarang, dia itu sudah dapat perak. Kemudian tahun ini harus bisa dapat emas. Ya, memang sesuai kemampuannya, dia bisa bersaing dengan atlet lain khususnya atlet Ragunan. Kalau Bagus ini memang harapan atlet Sumut di ajang nasional dan internasional," ungkapnya.

Dalam prosesnya yang sangat ini telah duduk di kelas XII, Basuki yakin Bagus bisa berprestasi di PON 2024 ketika Sumut menjadi tuan rumah.

"Kita memang proyeksikan dia di 2024, bukan berarti 2020 dia enggak bisa. Tetapi memang akan belum maksimal. Dia ini masih panjang prosesnya. Butuh pengalaman. Saya yakin 2024 dia  bisa meraih medali," bebernya.

Namun untuk para atlet peraih medali perak dan perunggu, ia tak menampik anak asuhnya juga bisa berprestasi lebih lagi di kejuaraan berikutnya. “Kalau di perak peluang memang ada, kemudian dua perunggu itu memang di luar dari target sebenarnya. Saya juga yakin dengan latihan lebih keras lagi, anak-anak ini bisa memberikan lebih untuk Sumut," pungkasnya.(*)

Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved