Ikuti Pameran Perhiasan, Pemilik Pahlevi Permata hingga Keliling Indonesia

Anda harus tahu cara yang tepat untuk mempromosikan kreasi perhiasan buatan tangan sendiri. Dengan promosi tepat dapat meningkatkan penjualan.

Ikuti Pameran Perhiasan, Pemilik Pahlevi Permata hingga Keliling Indonesia
TRIBUN MEDAN/NATALIN SINAGA
Pemilik Pahlevi Permata, Rifqy (baju merah) mengobrol dengan customer. Jenis perhiasan yang ia jual antara lain cincin, gelang, mutiara, batu permata, kalung, aksesoris lengkap mulai harga Rp 100 ribu hingga jutaan rupiah. 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Natalin

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Bisnis perhiasan buatan tangan ternyata cukup menggiurkan. Asalkan Anda mengetahui untuk membuat dan memasarkan kreasi perhiasan hasil tangan Anda maka itu jadi modal utama.

Permintaan untuk perhiasan buatan tangan (handmade jewelry) sangat besar. Apalagi kaum perempuan begitu menyukai perhiasan untuk menunjang penampilan mereka. Perhiasan buatan tangan yang unik, menarik, simpel akan dapat menarik perhatian kaum perempuan. Oleh karena itu, usaha barang kreatif ini cukup menguntungkan.

Namun, Anda harus tahu cara yang tepat untuk mempromosikan kreasi perhiasan buatan tangan sendiri. Dengan promosi tepat dapat meningkatkan penjualan.

"Saya mulai usaha perhiasan ini sejak tahun 2014, dulu saya kerja di sebuah perusahaan di Jakarta kayak gini juga selama delapan tahun. Lama-kelamaan saya usaha sendiri, modal awal lebih kurang Rp 45 juta," ujar Pemilik Pahlevi Permata, Rifqy, di Medan, Minggu (11/11/2018)

Ia mengatakan adapun jenis perhiasan yang ia jual antara lain cincin, gelang, mutiara, batu permata, kalung, aksesoris lengkap mulai harga Rp 100 ribu hingga jutaan rupiah.

"Kita keliling Indonesia untuk buka pameran bisnis perhiasaan ini. Insya Allah, bisnis ini menjanjikan, rata-rata omzet dalam satu bulan mencapai Rp 200 juta, Rp 150 juta paling sedikit Rp 50 juta," ucap Rifqy.

Ia menambahkan kendala yang dihadapi dalam berbisnis perhiasan ini adalah ketika sepi pembeli. "Kita harus perbanyak barang untuk menarik daya beli orang. Kalau barang sedikit daya tarik pembeli juga sedikit. Kalau sedikit barangnya, kita sudah memikirkan mau cari darimana lagi perhiasannya," ungkapnya.

Rifqy menjelaskan kegiatan menata produk atau barang dagangan dengan cara dan strategi tertentu juga harus sesuai kondisi. Kondisi disini berhubungan erat dengan jenis produk atau barang dagangan, tempat dan situasi.

"Cara display juga harus cantik. Batu permata kita dari Kalimantan, kita buat sendiri modelnya," ujar Rifqy.

Ia mengatakan peminat perhiasan ini lebih banyak dibeli oleh para ibu-ibu. "Pesan bagi para pebisnis lainnya, yang penting kita rajin, ramah sama pelanggan, dan tetap gunakan sosial media juga untuk promosi," kata Rifqy.

(cr13/tribun-medan.com)

Penulis: Natalin Sinaga
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved