Kisah Seorang Ummal Asal Lombok Bekerja 15 tahun di Masjidil Haram, Melayani Jamaah

Memakai uniform berwarna hijau lengkap berikut kopiah dan sarung tangan, Edi terlihat sigap menyusun Alquran

Kisah Seorang Ummal Asal Lombok Bekerja 15 tahun di Masjidil Haram, Melayani Jamaah
TRIBUN-MEDAN/ FATAH BAGINDA GORBY
Edi, seorang ummal asal Indonesia penyusun Al Quran di Kompleks Masjidil Haram, Makkah 

Laporan Wartawan Tribun-Medan, Fatah Baginda Gorby

TRIBUN-MEDAN.com, MAKKAH - Memakai uniform berwarna hijau lengkap berikut kopiah dan sarung tangan, Edi terlihat sigap menyusun Alquran yang berada di sebuah rak.

Tangan-tangannya cekatan membersihkan debu, meletakkan satu per satu Quran ke dalam tempatnya semula.

Untuk diketahui, Edi, pria berusia 40 tahun ini, merupakan seorang ummal (pekerja dalam Bahasa Arab) dari ratusan pekerja yang bertugas di Area Kompleks Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi.

Kepada Tribun-Medan.com, ia menceritakan bahwa dirinya telah bekerja selama 15 tahun di kota suci Umat Islam itu.

"Saya di sini sudah 15 tahun mas, junior saya sudah pada kembali ke kampung halaman, kayaknya sih saya termasuk yang paling lama," ujarnya sambil tersenyum.

Meski telah belasan tahun, ia mengaku betah dan nyaman bekerja melayani seluruh jamaah yang berada di masjid suci itu.

Pria asal Lombok, Nusa Tenggara Barat tersebut mengatakan dirinya bekerja dengan memakai sistem shift dan bergantian bersama pekerja lainnya.

"Di sini kami pakai shift, kemudian ada jatah libur setiap seminggunya, dikasih pulang setiap dua tahun sekali," katanya.

Dengan bangga ia menunjukkan pekerjaannya, yakni menyusun setiap Alquran yang baru selesai dibaca para jamaah di setiap sudut Masjidil Haram.

Halaman
12
Penulis: Fatah Baginda Gorby Siregar
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved