Rohandi Bawa Parang Serang Petugas Mapolsek Penjaringan, Mengaku Ingin Mati Ditembak Polisi

Rohandi nekat menyerang Mapolsek Penjaringan pakai parang, lalu ditembak di bagian lengan

Rohandi Bawa Parang Serang Petugas Mapolsek Penjaringan, Mengaku Ingin Mati Ditembak Polisi
Tribun Pekanbaru
Kompol Farid Abdullah, anggota polisi yang terkena sabetan pelaku penyerangan di Mapolda Riau, Rabu (16/5/2018). (Tribun Pekanbaru) 

JAKARTA,TRIBUN-Mapolsek Penjaringan, Jakarta Utara pada Jumat (9/11) dinihari digemparkan dengan ulah seorang lelaki bernama Rohandi (31).

Sebab, Rohandi tiba-tiba saja datang dan menyerang petugas jaga.

Dugaan sementara, penyerangan dilakukan karena Rohandi ingin mati ditembak polisi.

"Dia nggak berani bunuh diri, akhirnya dia nyerang polisi dengan harapan mau ditembak mati.

Dia bawa golok buat nakut-nakutin doang, karna dia ngelewatin polisi yang nggak bawa senjata.

Jadi dia nyari polisi yang bawa senjata, lalu sama polisi ditembak tangannya, dia tetep pengen mati," kata Kapolsek Metro Penjaringan, AKBP Rachmat Sumekar.

Baca: Kapolrestabes Medan Melayat ke Rumah Korban Penyerangan Pemuda di Jalan Luku

Berdasarkan penyelidikan sementara, pelaku mengalami depresi berat.

Warga Pejagalan itu mempunyai penyakit getah bening yang tak kunjung sembuh kendati telah menjalani operasi.

Selain itu, Rohandi baru mengalami batal nikah dan tidak bekerja hingga kerap dimarahi keluarganya.

"Ya, dia depresi, mau nikah batal, terus sakit juga, nggak kerja, sering dimarahin juga," kata Rachmat.

Halaman
1234
Editor: Array A Argus
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved