Evakuasi Korban Longsor Nias Selatan Terhambat Cuaca, Enam Orang Masih Dinyatakan Hilang

Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Nias Tonggor Gultom, membenarkan bahwa pencarian korban terkendala cuaca ekstrem.

Evakuasi Korban Longsor Nias Selatan Terhambat Cuaca, Enam Orang Masih Dinyatakan Hilang
TRIBUN MEDAN/HO/POLRES NIAS SELATAN
Suasana pencarian enam korban longsor di Nias Selatan yang belum ditemukan. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / M Andimaz Kahfi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Evakuasi terhadap enam korban longsor di Dusun Dua, Desa Sukamajumohili, Kecamatan Gomo, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara, masih terus dilakukan, Senin (12/11/2018).

Petugas gabungan terus berjibaku dengan cuaca ekstrim di sana. Terlebih cuaca buruk masih melanda kawasan pegunungan hingga membuat petugas kesulitan.

Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Nias Tonggor Gultom, membenarkan bahwa pencarian korban terkendala cuaca ekstrem.

Baca: Longsor Timbun Tujuh Orang di Nias Selatan, Kepala BPBD Sumut Imbau Masyarakat Siaga Cuaca Ekstrem

Baca: Tujuh Orang Sekeluarga Tertimbun Longsor di Nias Selatan, Ini Perkembangan Pencarian dari BPBD

Baca: Satu dari Tujuh Korban Longsor Ditemukan, Kapolres Nisel: Evakuasi Terhambat Medan yang Sulit

Kapolres Nias Selatan AKBP Faisal Napitupulu saat meninjau lokasi longsor di Desa Sukamajumohili, Dusun II, Kecamatan Gomo, Kabupaten Nias Selatan, Minggu (11/11/2018). Longsor ini mengakibatkan tujuh orang sekeluarga tertimbun. Satu orang dievakuasi meninggal dunia.
Kapolres Nias Selatan AKBP Faisal Napitupulu saat meninjau lokasi longsor di Desa Sukamajumohili, Dusun II, Kecamatan Gomo, Kabupaten Nias Selatan, Minggu (11/11/2018). Longsor ini mengakibatkan tujuh orang sekeluarga tertimbun. Satu orang dievakuasi meninggal dunia. (TRIBUN MEDAN/HO/POLRES NIAS SELATAN)

"Saat ini pencarian dihentikan sementara karena hujan deras. Akses menuju ke lokasi sangat sulit. Petugas harus menembus jalanan berlumpur sedalam sekitar 50 cm," kata Tonggor Gultom, Senin (12/11/2018).

Ia menambahkan, kondisi ini membuat alat berat tidak bisa masuk. Apalagi jalan menuju ke sana bergelombang.

"Jadi menuju desa itu kanan kirinya jurang. Kita masih mencari cara lain. Karena alat berat tidak bisa masuk, petugas melakukan pencarian dengan menyisir kawasan longsor," ujarnya.

"Pembersihan material dilakukan dengan cara manual. Kita sangat hati-hati. Karena kita menghitung ada potensi longsor susulan. Apalagi saat hujan deras," sambungnya.

Perlu diketahui, sebelumnya tujuh orang dikabarkan tertimbun longsor. Hingga saat ini baru satu yang berhasil dievakuasi dalam keadaan meninggal dunia. Sementara enam korban lainnya masih belum ditemukan.

"Kita imbau masyarakat untuk selalu waspada dengan bencana alam," pungkas Gultom.

(cr9/tribun-medan.com)

Penulis: M.Andimaz Kahfi
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved