Penganiaya Panitia Gondang Naposo Belum Ditahan, Praktisi Hukum: Penyidik Harus Profesional

Persoalan berawal dari kegiatan bakti sosial yang mereka laksanakan di Jalan Lingkar Tuktuk.

Penganiaya Panitia Gondang Naposo Belum Ditahan, Praktisi Hukum: Penyidik Harus Profesional
TRIBUN MEDAN/HO
Halasan Maruli Manurung 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Arjuna Bakkara

TRIBUN-MEDAN.COM, SAMOSIR - Pemilik Akomodasi Tabo Cottages Antonius Silalahi, warga Tuktuk belum dijadikan tersangka oleh Kepolisian Sektor Simanindo, Samosir, hingga Senin (12/11/2018).

Sesuai Laporan Pengaduan (LP) yang ditunjukkan Korban, atas nama Halasan Maruli Manurung (23), telah melapor pada Minggu 4 November 2018 lalu.

Kepada Tribun, Halasan mengatakan , pada 3 November 2018 lalu, Antonius melakukan tindakan penganiayaan terhadap dirinya di sebuah warung di Tuktuk. Persoalan berawal dari kegiatan bakti sosial yang mereka laksanakan di Jalan Lingkar Tuktuk.

Dalam kegiatan itu, pemuda-pemuda yang terhimpun di dalam wadah Panitia Gondang Naposo Tuktuk 2019 menjalankan aksi galang dana untuk menyukseskan prospek dan project mereka. Tujuan mereka dalam menyokong dan membantu proses terkumpulnya dana diminta berhenti oleh Antonius dengan membawa polisi.

Niat mereka untuk membuat sebuah acara kebudayaan "Pesta Gondang Naposo" yang sudah dimulai sejak lama oleh pemuda pemudi kelurahan tuk tuk siadong, malah berakhir dengan tindakan penganiayaan (pemukulan) oleh Antonius. Saat itu, kegiatan memang sudah dihentikan namun terjadi dialog kecil hingga Antonius meninju pelipis sebelah kanan Halasan.

Padahal kegiatan itu berlangsung untuk menggali kembali nilai-nikai kebudayaan yang telah pudar. Sekaligus juga, menambah daya tarik wisatawan ke Danau Toba, karenanya mereka menggelar aksi galang dana dengan menampilkan kesenian menghibur wisatawan sambil menjajakan dagangan di Jalan Lingkar Tuktuk pada Malam Hari, pasca kejadian.

Menurut beberapa saksi yang tidak mau disebut namanya, oada saat kejadian Antonius ditemani beberapa aparat. Hingga akhirnya melakukan pemukulannya di depan aparat.

Anette Horcsmann, istri Antonius, dikonfirmasi Tribunmedan.com mengakui adanya tindakan pemukulan itu. Alasan Anette, tindakan suaminya dipicu karena komplain tamu hotel yang sedang menginap di hotelnya, Tabo Cottages.

"Jumat, sebelum kejadian juga kami sudah bilang itu, tetapi dilanjutkan. Suara sound mereka membuat tamu kami terganggu. Karena, jaraknya ke Hotel Tabo hanya 300 meter saja, "kata Anette berdarah Jerman yang juga ketua PHRI Samosir ini.

Halaman
12
Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved